Akhir pekan yang luar biasa tersaji di Autodromo Hermanos Rodriguez ketika Lewis Hamilton berhasil mengukir sejarah baru dalam perjalanan karier gemilangnya di ajang Formula 1. Di sirkuit yang menjadi saksi bisu bagi dua dari tujuh gelar juara dunia miliknya, sang pebalap senior asal Inggris ini kembali menorehkan tinta emas dengan mempersembahkan posisi start terdepan perdana bagi tim Ferrari pada musim kompetisi 2026. Capaian sensasional ini sekaligus memutus kemarau pole position bagi tim Kuda Jingkrak dan menjadi yang pertama bagi Hamilton sejak Grand Prix Hungaria 2023.
Perjuangan pebalap berusia 41 tahun 297 hari ini menuju barisan teratas sama sekali tidak didapatkan dengan mudah. Pada sesi latihan bebas hari Jumat, ia harus menghadapi kendala teknis pada unit daya yang membatasi catatan jarak tempuhnya secara signifikan, di mana ia hanya mampu melahap 13 lap pada sesi latihan kedua. Kendati demikian, ketenangan dan pengalaman luar biasa membantunya mengatasi situasi sulit tersebut. Hanya dengan melakukan sedikit perubahan setelan semalam, mobil merahnya langsung menunjukkan performa kompetitif di atas permukaan lintasan dataran tinggi yang minim cengkeraman.
Ketegangan mencapai puncaknya pada fase-fase akhir sesi kualifikasi ketika para pesaing ketat saling bergantian mencatatkan waktu tercepat. Mantan rekan setimnya, George Russell yang memacu mobil Mercedes, sempat merebut posisi pole sementara dari tangan Charles Leclerc menjelang detik-detik akhir. Namun, dengan kepiawaian tingkat tinggi, Hamilton merespons melalui catatan sektor pertama yang sangat tajam dan berhasil merebut kembali posisi puncak dengan keunggulan waktu yang sangat tipis, yakni hanya terpaut 0,009 detik saja dari Russell.
Keberhasilan ini langsung menempatkan namanya dalam buku sejarah Formula 1 sebagai peraih pole position tertua kelima sepanjang masa. Posisinya kini berada di antara para legenda besar dunia balap seperti Mario Andretti dan Nigel Mansell. Menanggapi prestasi luar biasa yang baru saja diraihnya bersama tim pabrikan asal Maranello tersebut, ia tak mampu menyembunyikan rasa emosional yang mendalam di hadapan para awak media dan penggemar setianya.
"Oh kawan, saya benar-benar kehabisan kata-kata. Rasanya sangat istimewa bisa berada di Meksiko dan meraih pole pertama saya bersama Ferrari, serta yang ke-105. Saya menyukai angka itu," ungkap Hamilton dengan penuh rasa syukur setelah sesi kualifikasi yang melelahkan namun berbuah manis tersebut.
Lebih lanjut, ia juga menceritakan betapa beratnya tantangan yang harus ia hadapi sepanjang akhir pekan ini akibat masalah teknis yang sempat merusak program persiapan utamanya. Ia mengakui bahwa kekurangan waktu lintasan membuatnya berada dalam posisi tertinggal, namun kerja keras seluruh anggota tim di garasi berhasil menutup celah kekurangan tersebut melalui pemahaman setelan kendaraan yang semakin matang.
Baca Juga Masalah Traksi Alpine Bikin Pierre Gasly Kewalahan di Singapura"Ini adalah akhir pekan yang benar-benar sangat, sangat berat dan penuh tantangan. Jelas pada FP1 kami menggunakan perangkat aerodinamika, dan kemudian kami mengalami masalah mesin yang terjadi kemarin, yang berarti kami berada dalam posisi terpojok. Saya tidak bisa melakukan simulasi balapan panjang, tetapi kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan setelan mobil sepanjang akhir pekan ini," tambahnya.
Ketika disinggung mengenai faktor usia dan statusnya sebagai salah satu pebulutangkis atau pebalap tertua yang mampu meraih posisi terdepan sejak era Mario Andretti, ia menegaskan bahwa tekad kuat dan kecintaannya yang mendalam terhadap dunia balap adalah bahan bakar utama yang terus menjaga kondisi fisiknya tetap prima di usia matang. Dorongan mental serta dukungan masif dari para penggemar di seluruh belahan dunia menjadi motivasi tiada tara untuk terus tampil kompetitif di level tertinggi.
"Oh kawan, jika ada kemauan, pasti ada jalan. Semuanya ada di dalam pikiran. Saya melakukan semua hal berbeda yang bisa Anda lakukan untuk menjaga diri tetap muda dan bugar. Tetapi saya mencintai apa yang saya lakukan, dan cinta itu tidak pernah hilang. Saya bangun setiap hari memikirkannya, saya memimpikannya, dan saya memiliki dukungan luar biasa di seluruh dunia dari orang-orang ini yang terus membuat saya maju," pungkasnya.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!