PANDEGLANG ,Nusantara Media —
Langit biru di atas Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, mendadak tampak semarak dan meriah. Momentum musim kemarau tahun ini dimanfaatkan secara produktif oleh warga setempat untuk menggelar ajang tahunan yang paling ditunggu-tunggu, yakni Festival Layang-Layang Desa Turus. Kegiatan rakyat yang sarat akan nilai tradisi dan kebersamaan ini sukses menarik perhatian publik dengan hadirnya 50 peserta antusias dari berbagai daerah.
Pelaksanaan festival ini tidak hanya sekadar menjadi sarana hiburan pelepas penat bagi warga, melainkan juga wadah pelestarian budaya permainan tradisional di tengah cuaca kemarau yang cerah. Berdasarkan pantauan di lokasi, kemeriahan acara tampak terasa sejak pagi hari. Para peserta berbondong-bondong mempersiapkan layang-layang terbaik mereka demi merebutkan gelar juara dan total hadiah jutaan rupiah yang telah disiapkan oleh pihak panitia penyelenggara.

Kesuksesan perhelatan akbar ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara panitia lokal dan unsur pengamanan wilayah. Berdasarkan keterangan resmi, acara ini dikomandoi langsung oleh Armin selaku Ketua Panitia pelaksana. Turut hadir pula dalam memeriahkan dan mengamankan jalannya kegiatan yaitu Babinsa Desa Turus, Sertu Widagyo, serta perwakilan dari unsur KPPBC Pasir Kandang yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya tradisi positif di masyarakat ini.
Salah satu panitia penyelenggara, Rasik, mengungkapkan bahwa kegiatan perlombaan layang-layang semacam ini rutin diadakan setiap kali musim kemarau tiba di berbagai wilayah pedesaan.
"Kalau musim kemarau memang sering dilaksanakan di tiap-tiap daerah. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Pandeglang saja, tetapi orang-orang dari jauh yang punya hobi sama juga pasti datang setelah sebelumnya menelepon dan mengonfirmasi keikutsertaan mereka," tutur Rasik saat ditemui di sela-sela acara.

Guna menjaga ketertiban, keadilan, serta keselamatan bersama, pihak panitia memberlakukan regulasi dan aturan teknis yang cukup ketat bagi seluruh peserta. Dalam sesi perlombaan, masing-masing peserta diberikan batas waktu terbang selama 5 menit. Selain itu, ketinggian layang-layang yang diterbangkan juga dibatasi yakni kurang lebih mencapai 100 meter. Aturan ini dibuat agar kompetisi berlangsung secara adil dan terukur, mengingat faktor angin di musim kemarau terkadang cukup kencang dan memerlukan keahlian khusus dalam mengendalikan tali layangan.
Baca Juga Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat, Air Naik hingga 1,8 Meter!Antusiasme yang tinggi dari para peserta juga tercermin dari sistem pendaftaran yang terbagi menjadi dua kategori sesi. Untuk sesi pertama, biaya pendaftaran dipatok sebesar Rp25.000, sedangkan pada sesi kedua sebesar Rp10.000.
Seluruh dana partisipasi tersebut dikelola secara transparan untuk mendukung kemeriahan acara, di mana panitia telah menyiapkan apresiasi berupa total hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang dengan rincian sebagai berikut:
- Juara 1: Rp3.000.000
- Juara 2: Rp1.000.000
- Juara 3: Rp500.000
- Juara 4: Rp200.000
- Juara 5: Rp100.000
Melihat tingginya animo masyarakat, warga dan panitia berharap festival rakyat ini dapat terus dilestarikan dan diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, tentu dengan catatan kondisi cuaca musim kemarau mendukung penuh kelancaran acara dari awal hingga akhir.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!