KTM akhirnya berhasil melakukan 'revitalisasi' mesin MotoGP mereka setelah menghadapi masalah keandalan sepanjang paruh pertama musim 2026. Operasi yang digambarkan sebagai tindakan 'bedah' ini dimulai Senin lalu di pusat produksi mesin KTM di Munderfing, hanya tiga kilometer dari Mattighofen. Para insinyur dan teknisi pabrikan asal Austria itu membuka tujuh unit mesin yang menjadi sumber sakit kepala selama awal musim, mengganti komponen vital yang diduga menyebabkan kegagalan, lalu menyegelnya kembali agar dapat digunakan lagi mulai Grand Prix Aragon akhir pekan ini.

Proses pembukaan mesin ini bukan perkara sepele. Seperti yang diungkapkan Motorsport.com pada 7 Agustus, KTM mendapat izin dari pabrikan lain di MotoGP untuk membuka mesin mereka lebih awal. Langkah ini dijalankan dengan sangat hati-hati, di bawah pengawasan ketat FIM dan dengan pengamanan maksimal. Meski belum ada konfirmasi resmi soal komponen yang diganti, banyak pihak menduga sumber masalahnya ada pada katup pneumatik di setiap mesin. Komponen ini sempat menjadi biang keladi bagi Yamaha pada 2020, ketika cacat pemasok mengubah ukuran katup M1 beberapa per seratus milimeter.

Setiap mesin MotoGP memiliki empat silinder dan 16 katup. Mengganti katup berarti mesin harus dibuka, dan sejumlah elemen seperti ring, paking, pelumas, serta detail lain juga ikut diganti. Alhasil, tujuh unit mesin yang dibuka itu praktis menjadi komponen baru. KTM mengerahkan banyak insinyur dan teknisi yang bekerja siang malam untuk menyelesaikan tugas ini, dengan perhatian khusus pada empat mesin milik Pedro Acosta.

- Advertisement -
Advertisement

Acosta menjadi pusat perhatian karena motornya beberapa kali berhenti mendadak musim ini, termasuk insiden dramatis di Barcelona. Sejak saat itu, KTM membatasi putaran mesin pada motor pembalap Spanyol tersebut. Musim ini, Acosta sudah membuka enam mesin; dua di antaranya sudah keluar dari rotasi, menyisakan empat mesin yang baru saja direvitalisasi dan dua mesin lagi (dari delapan yang diizinkan regulasi) yang belum dibuka. Dua mesin pertamanya dipakai dalam lima grand prix pertama (Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, dan Prancis), lalu di Barcelona ia memakai mesin 1 dan membuka mesin 3 yang baru.

Baca Juga Aprilia Dominan di FP1 MotoGP Thailand

Sejak masalah mulai muncul, KTM sempat membatasi tenaga mesin di beberapa balapan tergantung karakter sirkuit. Namun, belum jelas apakah kebijakan ini akan berlanjut setelah perbaikan terbaru. Yang pasti, keputusan untuk membuka mesin ini adalah langkah berani yang bisa mengubah dinamika sisa musim, terutama bagi Acosta yang tengah berjuang di klasemen. Dengan mesin yang 'baru', KTM berharap bisa tampil lebih kompetitif dan menekan rival-rivalnya.