Pandeglang, Nusantara Media  - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan mobil Toyota Innova bernomor polisi A 1633 BF di depan SDN Sukaratu 5, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali bertambah.

Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan mobil Kijang Innova yang dikemudikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,  Ahmad Mursidi, bertambah menjadi dua orang.

Kecelakaan tersebut, terjadi di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

- Advertisement -

Sebelumnya, seorang siswa sekolah dasar, Tb. M. Atharul Millal, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban kedua, Dewi Handayani, meninggal dunia, pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat menjalani perawatan di RSUD Berkah Pandeglang.

Dewi sebelumnya, mengalami luka serius setelah tertabrak saat berjualan di depan sekolah. Dengan bertambahnya korban meninggal, total korban dalam peristiwa tersebut mencapai sembilan orang.

Dua orang meninggal dunia, sementara tujuh lainnya masih menjalani perawatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewi sehari-hari berjualan takoyaki di depan SDN Sukaratu 5.

Ia tinggal di Komplek Perumahan Ciputri, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Ketua RT setempat, Endang, membenarkan bahwa Dewi merupakan warganya. Ia menyebut korban dikenal ramah dan baik selama tinggal di lingkungan tersebut.

“Betul, beliau warga kami yang mengontrak di Blok C5. Orangnya baik dan ramah,” kata Endang.

Endang menjelaskan, Dewi belum lama tinggal di wilayah tersebut setelah pindah dari Jakarta bersama suaminya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan sambil menunggu anaknya di sekolah.

Kini jenazah Dewi telah dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, untuk dimakamkan.

“Rencananya dimakamkan di Patia, tadi sudah dibawa,” ujar Endang.

Ia juga menyampaikan, belasungkawa atas peristiwa tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Sebelumnya, mobil yang dikemudikan Ahmad Mursidi menabrak sejumlah siswa dan pedagang di depan SDN Sukaratu 5.

Awalnya, kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu kritis, dan tujuh luka-luka.