Kemenangan Kimi Antonelli di Grand Prix Italia bukan sekadar podium biasa. Start dari posisi ke-19, pembalap Mercedes itu tampil luar biasa di depan publik sendiri dan memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1 2026 menjadi 66 poin. Dengan 10 seri tersisa, banyak yang mulai bertanya: apakah perebutan gelar juara dunia sudah selesai?
Antonelli menunjukkan kematangan yang jarang dimiliki pembalap seusianya. Ia mampu tampil agresif saat dibutuhkan, namun tetap cerdas dalam mengelola balapan. Di Monza, ia membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan sebagai kandidat juara dunia, bahkan di usia yang baru menginjak 20 tahun.
Peluang Russell untuk Mengejar
Di sisi lain, George Russell, rekan setim Antonelli, harus mengakui keunggulan rivalnya itu. Dengan defisit 66 poin, peluang matematis masih terbuka lebar. Namun, realitas di lintasan menunjukkan bahwa Russell butuh kombinasi hasil sempurna dan sedikit keberuntungan untuk bisa kembali ke persaingan.
Konsistensi Antonelli musim ini menjadi pembeda utama. Dalam 13 seri yang sudah berjalan, ia mengoleksi 11 podium, sementara Russell baru tujuh kali. Angka ini jelas menggambarkan dominasi Antonelli yang sulit ditembus.
Baca Juga Verstappen: Red Bull Tak Bisa Lawan Mercedes di MonzaNamun, sejarah mencatat bahwa keunggulan besar bisa sirna. Musim lalu, Oscar Piastri sempat unggul jauh namun akhirnya kehilangan gelar. Hal serupa juga pernah dialami Nico Rosberg pada 2014. Artinya, peluang Russell untuk membalikkan keadaan masih ada, meski sangat tipis.
Balapan berikutnya di Azerbaijan bisa menjadi titik balik. Russell dijadwalkan mendapat penalti turun grid akibat penggantian mesin, yang bisa menjadi peluang emas bagi Antonelli untuk semakin menjauh. Namun, dalam Formula 1, segalanya bisa berubah dalam sekejap. Kita tunggu saja bagaimana drama musim ini berlanjut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!