Keputusan Isack Hadjar untuk mundur dari Grand Prix Belanda karena cedera pergelangan tangan dinilai sebagai bentuk kepercayaan diri, bukan kelemahan. Hal ini diungkapkan oleh mantan mekanik Red Bull, Calum Nicholas, dalam podcast resmi tim.

Hadjar, yang mengawali musim 2026 dengan impresif bersama Max Verstappen di Red Bull, memilih menepi dari seri Zandvoort setelah cedera yang dialaminya. Keputusan tersebut membuka jalan bagi Liam Lawson dari Racing Bulls untuk menggantikannya secara mendadak.

Pembalap asal Selandia Baru itu akhirnya finis ketujuh dalam balapan kacau di mana rekan setimnya, Verstappen, tersingkir pada lap pembuka. Nicholas memuji langkah Hadjar sebagai tanda kedewasaan dan kesadaran diri yang tinggi.

- Advertisement -
Advertisement

"Mengambil cuti seminggu sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan dirinya fit untuk sisa musim justru menunjukkan kepercayaan diri yang dia miliki sepanjang tahun ini," jelas Nicholas. "Dia tampil luar biasa. Ini benar-benar tanda kepercayaan diri untuk bisa berkata, 'Lihat, saya tidak 100 persen. Saya akan istirahat seminggu sebagai tindakan pencegahan.' Semoga kita melihatnya kembali di Monza."

Baca Juga Verstappen Ungkap Penyebab Crash di GP Belanda: Kesalahan Sendiri

Belum ada konfirmasi apakah Hadjar akan kembali membalap di Grand Prix Italia di Monza pada 4-6 September, namun ia tetap hadir di Zandvoort untuk mendukung tim. "Isack bersama kami akhir pekan ini meski tidak bisa membalap," kata prinsipal tim Laurent Mekies. "Ia bersama tim untuk belajar dan memastikan kami bisa berkembang semaksimal mungkin di Monza."

Di musim pertamanya bersama Red Bull, Hadjar saat ini menempati posisi kedelapan klasemen pembalap dengan 68 poin, sementara Verstappen di urutan keenam dengan 112 poin. Keputusan ini menegaskan prioritas jangka panjang Hadjar, yang lebih memilih pemulihan optimal daripada memaksakan diri di satu seri.