Permukaan lintasan di Circuit of The Americas kembali memicu perdebatan sengit di paddock Formula 1 setelah para pebalap mengeluhkan kondisi aspal yang dinilai tidak lagi ideal untuk memacu kendaraan modern dengan kecepatan tinggi. Menjelang rangkaian balapan akhir pekan, Max Verstappen secara terbuka melontarkan kritik pedas dan menyebut kondisi permukaan trek di Austin sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima serta sudah berada di luar kendali.
Kritik tajam dari pebalap Red Bull tersebut langsung memantik dukungan luas dari para pesaingnya di grid, termasuk bintang McLaren, Lando Norris. Dalam keterangannya kepada media, pebalap asal Inggris tersebut mengungkapkan bahwa kondisi trek yang bergelombang parah memaksanya harus mengambil tindakan pencegahan khusus sebelum turun ke lintasan, termasuk rutin mengonsumsi obat sakit kepala demi meredakan dampak fisik yang dirasakan tubuhnya.
Menurut Norris, standar pembangunan lintasan balap modern sebenarnya memiliki toleransi kerataan yang sangat ketat dan terukur secara regulasi. Namun, karakteristik sirkuit lama seperti di Austin jauh dari standar toleransi tersebut karena faktor usia dan pergerakan tanah dasar. Keadaan ini membuat kepala para pebalap terbentur cukup keras ke sandaran kepala secara konstan akibat guncangan hebat di dalam kokpit mobil yang melaju kencang.
"Jika Anda membangun lintasan baru sekarang, regulasi dan toleransi yang harus dipatuhi sebenarnya sangat kecil. Kondisi di sini tentu tidak mendekati aturan tersebut. Namun ini adalah sirkuit lama, bukan trek baru," ujar Norris menjelaskan situasi sulit yang dihadapinya setiap kali memacu mobil di atas aspal Austin.
"Jadi, ya, situasinya cukup buruk. Ada banyak tempat di mana saya perlu meminum obat sakit kepala sebelum turun berkendara, Sederhananya karena jalurnya sangat bergelombang dan kepala Anda membentur sandaran kepala cukup keras akibat benturan tersebut. Ini tentu bukan hal yang menyenangkan. Tidak banyak yang bisa kami lakukan selain mengeluh, dan masalah ini sudah kami angkat berkali-kali," imbuhnya.
Baca Juga Christian Horner Ungkap Gagal Rekrut Alonso dan Leclerc ke Red BullPersoalan kualitas permukaan di Circuit of The Americas sejatinya tidak lepas dari tantangan geografis lokasi sirkuit yang berdiri di atas tanah liat berat. Karakteristik tanah tersebut sangat rentan mengalami penyusutan serta pemuaian secara ekstrem seiring bergantinya musim, yang membuat upaya perbaikan aspal membutuhkan perhatian ekstra dan biaya besar secara berkala dari pihak pengelola.
Situasi ini semakin diperparah oleh era regulasi aerodinamika ground-effect yang menuntut mobil-mobil Formula 1 melaju dengan posisi sangat dekat ke tanah serta menggunakan pengaturan suspensi yang sangat kaku. Kombinasi teknis tersebut membuat para pebalap merasakan setiap ketidakrataan kecil di permukaan aspal secara langsung di dalam kokpit, mengubah setiap sesi latihan dan balapan menjadi ujian fisik yang melelahkan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!