Serang,Nusantara Media - Istri dari Muhammad Bagus Khoirunas, Jurnalis LKBN ANTARA yang menjadi salah satu korban dalam peristiwa hilangnya Kapal Speedboat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda, menggelar tahlilan hari pertama di kediamannya di Pondok Parumasan Indah, Kota Serang, Provinsi Banten.
 

Tahlilan hari pertama di kediaman Muhammad Bagus Khoirunas, yang dimulai sekitar pukul 20:00 WIB, diikuti oleh puluhan warga RT 02 Rw 09, Pondok Parumasan Indah, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten.

Tahlilan ini sendiri, digelar setelah istri dan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Bagus, yang sampai saat ini masih belum ditemukan.

- Advertisement -
Advertisement

Istri bagus, Desi Purnamasari mengatakan, dirinya bersama keluarga terus mendoakan yang terbaik untuk Bagus, dan berharap Bagus bersama ketujuh orang lainnya, bisa segera ditemukan.

Sementara itu, terkait dengan telah ditemukannya satu jenazah anak buah kapal (ABK) Speadboat Arupadhatu 1, Sukarman di Kepulauan Enggano, Desi berharap, operasi pencarian bisa dibuka kembali.

"Saya dan keluarga, terus mendoakan dan berharap yang terbaik, dan semoga suami saya dan seluruh rekannya bisa segera ditemukan," ujar Desi

Sementara itu, di mata tetangga, Bagus sendiri merupakan sosok yang pandai bergaul.

Ketua RT 02 Pondok Parumasan Indah, Dede mengatakan, meski kesehariannya sering kali berada di luar rumah, namun ketika berada di rumah, Bagus biasanya menyempatkan diri untuk berkumpul bersama warga.

Dede bersama warga berharap, Bagus bersama seluruh rekan nya dan dua kru Kapal Speedboat Arupadhatu 1, bisa segera ditemukan

"Untuk pergaulan disini, Bagus termasuk warga yang baik dan mudah bergaul. Kami berharap, Bagus dan seluruh rekannya, bisa segera ditemukan," ujar Dede.

Sebelumnya, pada sore hari warga sendiri menggelar solat goib, untuk memohonkan ampunan, rahmat, dan keselamatan bagi Bagus dan enam orang lainnya.

Terpisah, sebelumnya, istri Yudhistiro, salah satu jurnalis yang juga hingga kini belum ditemukan, Rodiyah Nasution berharap, temuan jenazah ABK Surakma, bisa menjadi titik awal untuk kembali dilakukan pencarian.

"Terkait jenazah, tentunya sebagai keluarga, besar banget harapan kami setelah adanya temuan ini, akan ada upaya pencarian lanjutan, agar kami sebagai keluarga bisa mendapatkan kepastian yang terbaik dari suami kami dan suami jurnalis lainnya," ujar Diah nama panggilan sehari-hari Rodiyah Nasution.

Baca Juga Rem Blong di Turunan Garawangi Kuningan, Pengendara Motor Terjun ke Sungai Sedalam 10 Meter, Selamat dengan Luka di Kepala

Hal yang sama, juga disampaikan oleh Evi, istri pemandu wisata Heriyanto alias Bonsai. Ia memohon agar Basarnas kembali membuka operasi pencarian suaminya bersama nakoda dan lima jurnalis yang sampai saat ini masih belum ditemukan.

Evi menilai, lokasi penemuan Surakman di sekitar Pulau Enggano, Bengkulu, dapat menjadi petunjuk penting untuk menentukan arah pencarian berikutnya.

"Apapun keadaannya, yang penting semua yang terhubung di kapal itu ditemukan. Dengan ditemukannya Pak Surakman di perairan Tunggulu, menurut saya, ini sudah menjadi titik terang," kata Evi.

Evi meminta Basarnas tidak mengabaikan temuan tersebut. Ia berharap, tim SAR kembali menyisir kawasan Pulau Enggano dan perairan Tunggulu yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan lokasi penemuan Surakman.

"Saya berharap, pencarian oleh Basarnas kembali dilanjutkan dan dilakukan semaksimal mungkin di area sekitar Tunggulu dan Pulau Enggano," ujarnya.

Bagi keluarga korban, pencarian bukan sekadar menemukan jasad. Mereka membutuhkan kepastian tentang nasib orang-orang yang hilang setelah Kapal Speedboat Arupadhatu I hilang kontak di perairan Selat Sunda, pada Senin (7/9/ 2026) lalu.

"Harapannya, semoga semuanya cepat pulang. Kalau memang belum ditemukan, kami tetap berdoa semoga ada kabar dan ada kepastian," ucap Evi.

Evi juga meminta, Basarnas melibatkan nelayan dalam pencarian. Menurutnya, nelayan memiliki pengalaman membaca kondisi laut dan arah arus di sekitar Pulau Enggano hingga kawasan yang mengarah ke Samudra Hindia.

"Kami berharap, nelayan juga ikut membantu pencarian, terutama di sekitar Pulau Enggano sampai arah Samudra Hindia. Area itu perlu terus ditelusuri," katanya.