Sesi kualifikasi Formula 1 Grand Prix Sao Paulo di sirkuit Interlagos harus menghadapi ujian berat setelah cuaca ekstrem secara mendadak melanda kawasan tersebut. Setelah sesi latihan bebas ketiga berlangsung di atas lintasan kering, awan hitam tebal dengan cepat menyelimuti area sirkuit dan disusul oleh hujan lebat yang mengguyur tanpa ampun tepat sebelum sesi penentuan posisi start dimulai pada sore hari waktu setempat. Kondisi ini langsung mengubah total peta persiapan para tim dan pembalap yang harus berpacu dengan waktu serta ketidakpastian cuaca tropis Brasil yang terkenal sangat sulit diprediksi.

Hanya berselang dua menit dari mulainya sesi, intensitas hujan meningkat secara drastis hingga menciptakan genangan air yang masif di berbagai sudut lintasan. Tanpa ragu, pengawas perlombaan langsung mengibarkan bendera merah tanda sesi dihentikan demi keselamatan para pembalap. Setelah sempat mereda selama beberapa menit yang dimanfaatkan oleh petugas lintasan untuk bekerja keras menyapu genangan air, cuaca kembali memburuk tatkala rintik gerimis berubah menjadi hujan deras disertai kilat dan guntur yang menyambar di langit Sao Paulo, membuat situasi di garasi tim semakin tegang.

Prosedur standar keamanan langsung dijalankan oleh FIA dengan menerjunkan mobil medis dan mobil keselamatan ke atas aspal basah untuk mengevaluasi kondisi lintasan secara langsung. Penggunaan mobil medis dipilih karena memiliki ground clearance atau jarak ke tanah yang lebih tinggi dibandingkan mobil keselamatan, sehingga lebih ideal untuk memeriksa genangan air. Berdasarkan laporan dari pengemudi mobil keselamatan Bernd Maylander setelah melakukan investigasi dua putaran, ditemukan bahwa area krusial seperti tikungan 2, 3, hingga tikungan 4 dan 5 memiliki volume air yang berdiri terlalu tinggi dan sangat berbahaya karena berisiko memicu aquaplaning parah bagi mobil-mobil Grand Prix.

- Advertisement -
Advertisement

Situasi pelik ini mengingatkan para pengamat pada sejarah panjang penundaan akibat cuaca buruk di ajang balap kasta tertinggi dunia. Tercatat dalam sejarah, beberapa seri balapan sebelumnya seperti di Jepang 2004, Jepang 2010, Australia 2013, Amerika Serikat 2015, Jepang 2019, hingga kejadian serupa di Brasil pada 2024 juga terpaksa menggeser jadwal kualifikasi ke hari Minggu pagi akibat terjangan cuaca ekstrem, mulai dari badai topan hingga hujan badai tropis yang merendam area sirkuit secara total.

Baca Juga Analisis Teknis Gary Anderson Terkait Paket Pembaruan McLaren

Keputusan akhir dari Race Director akhirnya mengonfirmasi bahwa kualifikasi terpaksa ditunda dan dijadwalkan ulang demi keamanan seluruh pihak yang terlibat. Langkah antisipatif ini diambil setelah melihat sisa waktu siang hari yang semakin menipis serta prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi badai susulan masih akan terus berlanjut hingga malam hari di wilayah Autodromo Jose Carlos Pace, Sao Paulo.