Dunia Formula 1 sempat digemparkan oleh sebuah kemunculan gambar di media sosial yang memicu kekhawatiran mendalam publik terkait kondisi kesehatan Jos Verstappen. Mantan pembalap F1 sekaligus ayah dari bintang Red Bull tersebut langsung menjadi pusat perhatian setelah rumor liar beredar luas secara online. Namun, situasi menegangkan ini akhirnya terjawab setelah terungkap bahwa foto yang memicu kepanikan tersebut ternyata merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Menanggapi kehebohan yang terjadi di dunia maya, Jos Verstappen segera mengambil langkah cepat untuk menenangkan para penggemar setianya. Pria berusia 54 tahun asal Belanda itu memilih membagikan potret asli dirinya melalui akun Instagram pribadi pada hari Senin untuk membuktikan bahwa dirinya berada dalam kondisi fisik yang sangat prima. Ia secara tegas menepis segala spekulasi miring yang telanjur beredar luas di berbagai platform digital.

"Semua baik-baik saja dengan saya. Saya tidak sakit, hanya sedang mengalami hari rambut yang buruk," tulis Jos Verstappen dalam takarir unggahan media sosialnya untuk meredakan kekhawatiran publik sekaligus memberikan klarifikasi langsung mengenai insiden foto palsu tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Kisah di balik hoaks ini bermula ketika Jos Verstappen tampil dalam sebuah segmen siaran televisi untuk Viaplay akhir pekan lalu bertepatan dengan gelaran akhir pekan balap Grand Prix Amerika Serikat. Seseorang kemudian mengambil tangkapan layar dari siaran tersebut dan dengan sengaja memanipulasi gambarnya hingga menciptakan kesan keliru seolah-olah sang mantan pembalap sedang menderita suatu penyakit serius yang mengancam kesehatannya.

Baca Juga Max Verstappen Finis Peringkat Sembilan di Debut GT World Challenge

Sementara itu di atas lintasan balap Sirkuit COTA, sang putra yaitu Max Verstappen harus puas mengakhiri balapan di posisi ketiga. Hasil podium ketiga di Austin tersebut secara resmi memastikan sang juara dunia empat kali tersingkir dari persaingan perburuan gelar juara musim ini, menghentikan ambisinya untuk meraih tiga kemenangan beruntun di Amerika Serikat.

Di luar insiden kesehatan dan hasil balapan, dinamika internal paddock F1 juga dihangatkan oleh klaim kontroversial dari mantan prinsipal tim Christian Horner dalam otobiografi terbarunya berjudul Drive. Horner mengeklaim bahwa penasihat Red Bull awalnya sempat ragu merekrut Max, dan menyebut peran sang ayah justru sangat krusial dalam mewujudkan kesepakatan kontrak tersebut yang kemudian dibantah keras oleh berbagai pihak terkait di dalam tim.