Jorge Martin menyambut hasil Grand Prix Indonesia sebagai hari yang luar biasa setelah ia berhasil merebut kembali puncak klasemen sementara MotoGP meskipun hanya finis sebagai pebalap Aprilia ketiga terbaik di Sirkuit Mandalika. Pebalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya sempat tertinggal satu langkah di belakang rekan setim pabikannya yakni Marco Bezzecchi serta pebalap Trackhouse Raul Fernandez sepanjang akhir pekan yang menantang di Indonesia.

Ketika Bezzecchi dan Fernandez tersingkir di Tikungan 1 pada balapan Sprint, Martin awalnya berada di jalur tepat untuk mengambil keuntungan besar, namun ia justru harus menyerahkan pimpinan balapan hari Sabtu akibat masalah tekanan ban yang terlalu rendah. Kesalahan lanjutan kemudian membuat Martin merosot ke posisi keempat, sementara Marc Marquez sukses keluar sebagai pemenang untuk merebut keunggulan empat poin jelai balapan utama hari Minggu.

Namun, Martin bangkit secara gemilang pada hari Minggu dengan bertarung dari posisi keenam pada lap pembuka hingga naik ke posisi ketiga serta melewati Marquez pada lap ketiga, posisi yang ia pertahankan hingga garis finis. Bezzecchi dan Fernandez masing-masing finis di urutan pertama dan kedua, melengkapi sapu bersih podium Aprilia sementara Ai Ogura memastikan sejarah baru lewat sapu bersih empat besar bagi pabrikan tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Target saya hari Minggu adalah finis ketiga secara jujur, ujar Martin menjelaskan situasi balapannya di Mandalika. Sepanjang akhir pekan Raul dan Marco selangkah berada di depan saya. Saya berusaha memperbaiki gaya balap saya, memperbaiki kecepatan saya, dan hari Minggu saya telah melakukan batas maksimal kemampuan saya. Saya merasa sangat senang akan hal tersebut. Kemarin, tentu saja, saya menyia-nyiakan peluang besar untuk memenangi Sprint. Tetapi inilah dunia balap, terkadang Anda menang dan terkadang Anda belajar.

Kendala pada hari Sabtu turut membuat pengaturan tekanan ban Martin disetel terlalu aman atau terlalu tinggi untuk balapan Grand Prix utama. Hari ini saya rasa kami bermain terlalu aman sehingga ban saya berada dalam tekanan yang sangat besar dan saya sangat kesulitan saat melibas tikungan-tikungan sirkuit, ungkapnya menambahkan detail teknis tersebut.

Baca Juga Marc Marquez Menangi Sprint Race MotoGP Indonesia Usai Drama Mandalika

Meskipun demikian, ia tetap memandang positif hasil keseluruhan. Hari ini adalah hari yang luar biasa. Kami mengambil kembali kejuaraan, masih ada lima balapan tersisa, tetapi saya merasa setiap kali semakin cepat untuk bertarung. Meskipun belum pernah memenangi Grand Prix lagi sejak Le Mans pada bulan Mei lalu, Martin kini telah mencatatkan tiga podium hari Minggu secara beruntun usai finis kedua di Austria dan Jepang sebelum mengamankan posisi ketiga di Mandalika.

Saya senang bisa meraih podium ketiga secara beruntun bersama Aprilia. Ini sangat luar biasa. Saya merasa yakin bahwa saya akan tampil cepat di semua balapan yang akan datang. Tentu saja, ada balapan di mana saya sempat berpikir akan kesulitan, dan memang saya kesulitan. Sekarang saya merasa tidak akan kesulitan lagi, saya akan sangat kompetitif, dan saya sangat fokus pada apa yang akan datang, tegas Martin menatap sisa musim.

Pertarungan gelar juara dunia kini menyisakan lima seri krusial menghadapi sang juara bertahan Marquez, yang meninggalkan Indonesia dengan selisih hanya dua poin di belakang Martin dalam perebutan mahkota juara dunia.