Waktu berjalan begitu cepat bagi Jorge Martin yang kini dihadapkan pada misi berat untuk segera kembali ke lintasan balap. Cedera serius yang menimpanya pada sesi Sprint Grand Prix Australia akhir pekan lalu praktis membuat akhir musim kompetisi tahun ini menjadi ujian yang sangat terjal. Sebuah nasib sial bagi sang juara dunia bertahan tahun 2024, yang selama berbulan-bulan terakhir harus terlibat dalam pertarungan sengit perebutan gelar juara dunia secara ketat dari satu seri ke seri lainnya melawan para rival tangguh. Pembalap andalan Aprilia tersebut menderita patah tulang pada bagian radius distal tangan kanannya, yang beruntung merupakan fraktur tanpa pergeseran sehingga tidak memerlukan tindakan operasi pembedahan di Spanyol.

Sejak hari Minggu setelah insiden, sinyal kuat langsung muncul bahwa pebalap asal Spanyol itu berniat melakukan pemulihan kilat demi bisa kembali mengendarai motor secepat mungkin pada akhir pekan mendatang di Sepang. Berdasarkan laporan dari media Spanyol, tim medis yang mendampingi sang pebalap telah berkonsultasi secara intensif dengan dokter spesialis ternama, Dr. Ignacio Roger de Ona dari Ruber International. Dokter bedah tersebut sebelumnya pernah menangani operasi sang pebalap pada musim dingin lalu dan juga dikenal sebagai dokter kepercayaan dari Marc Marquez. Saat ini, peraih titel juara dunia tersebut masih merasakan nyeri yang cukup hebat dan berupaya keras mengurangi pembengkakan di area cedera menggunakan terapi es secara berkala.

Setibanya di Kuala Lumpur, persiapan pemulihan langsung ditangani secara intensif oleh fisioterapis pribadinya, Aitor Tomas. Fokus utama dari tim medis saat ini adalah memulihkan mobilitas penuh pada pergelangan tangan yang mengalami cedera. Mengingat tangan kanan pebalap memegang peran krusial dalam mengendalikan tuas gas sekaligus rem depan motor, mengembalikan kekuatan serta fungsi normal lengan tersebut menjadi syarat mutlak sebelum turun ke lintasan. Bagian radius distal sendiri merupakan area ujung bawah tulang lengan bawah yang sangat vital untuk menopang tekanan tinggi saat membalap dalam kecepatan ekstrem. Sebagaimana dijelaskan oleh Tomas kepada media, penanganan awal difokuskan pada penurunan inflamasi lewat aplikasi es serta pijatan khusus, sebelum kemudian dilanjutkan ke tahap regenerasi tulang menggunakan terapi magnet.

- Advertisement -
Advertisement

Selain perawatan intensif dan penggunaan perban elastis, dukungan teknis juga datang dari pihak perlengkapan balap Alpinestars yang menyiapkan sarung tangan kanan khusus yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar tidak menekan area cedera. Seluruh proses krusial ini bermuara pada jadwal pemeriksaan medis resmi yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis siang waktu setempat bersama direktur medis MotoGP, Dr. Angel Charte. Evaluasi tersebut akan menjadi penentu apakah sang pebalap mendapatkan lampu hijau pertama untuk kembali menunggangi kuda besi miliknya pada rangkaian akhir pekan Grand Prix Malaysia. Pihak pabrikan sendiri menegaskan sama sekali tidak memberikan tekanan berlebih, sehingga keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pebalap.

Baca Juga Bagnaia Ungkap Pembalap MotoGP Tidak Dilibatkan dalam Pembatalan GP Australia

Keputusan untuk mengambil risiko turun balapan tentu bukan perkara sepele, mengingat dalam kondisi medis normal, pembentukan kalos tulang pada kasus patah tulang radius distal umumnya membutuhkan waktu pemulihan antara empat hingga enam minggu. Kondisi tersebut berarti proses penyembuhan ini mau tidak mau harus dijalani sang pebalap sembari merampungkan sisa kalender balap musim ini. Meskipun demikian, pembatalan beberapa agenda sebelumnya secara tidak langsung telah memberikan secercah harapan tambahan bagi ambisi pebalap Spanyol tersebut, sekaligus menyisakan tanda tanya besar terkait situasi seri balapan berikutnya. Seluruh drama kejar-kejaran waktu ini dipastikan akan terus menjadi sorotan utama paddock jelang dimulainya sesi latihan resmi di Sirkuit Sepang.