Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, akhirnya membuka suara mengenai alasan di balik absen panjangnya dari ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Pebalap asal Spanyol tersebut mengakui bahwa dirinya sempat mengalami gangguan penglihatan yang cukup serius serta kelelahan ekstrim, sebuah kondisi mengkhawatirkan yang memaksanya menepi dari lintasan usai gelaran Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano September lalu.

Situasi pelik ini bermula ketika pebalap andalan Honda tersebut mengeluhkan tingkat energi yang sangat rendah sepanjang akhir pekan balapan di Misano. Akibat kondisi fisik yang tidak memungkinkan, ia harus rela melewatkan empat seri balapan berikutnya secara berturut-turut untuk menjalani pemulihan intensif demi mengembalikan kondisi tubuhnya ke level optimal sebelum turun kembali ke trek.

Hingga menjelang kembalinya ke paddock pada akhir pekan ini di Sirkuit Sepang, Malaysia, informasi detail mengenai kondisi medis sang pebalap memang sangat minim dan tertutup rapat dari media. Namun, di hadapan para jurnalis pada hari Kamis, ia menceritakan secara terbuka betapa menakutkannya masa-masa pemulihan tersebut ketika tidak ada satupun opsi pengobatan awal yang memberikan hasil positif bagi tubuhnya.

- Advertisement -
Advertisement

Titik terang baru muncul setelah kepala medis MotoGP, Dr. Angel Charte, turun tangan langsung menangani masalah kesehatan yang dialaminya. Berkat intervensi medis yang tepat sasaran, kondisi fisiknya perlahan-lahan mulai menunjukkan kemajuan signifikan yang bisa dirasakan hari demi hari oleh pebalap bernomor nomor start tersebut.

Dalam wawancara resminya, ia menceritakan pengalaman emosional tersebut dengan berkata, "Itu adalah periode yang sulit dengan beberapa tanda tanya di dalam diri saya karena, sederhananya, itu adalah waktu di mana saya harus berhenti karena masalah penglihatan dan kelelahan, tetapi cukup ekstrem." Ia menambahkan, "Sepertinya hari demi hari saya tidak dapat pulih sampai kami melakukan perawatan dengan Dr. Charte dan saya dapat langsung melihat bahwa saya membaik. Dan juga kami melakukan banyak pekerjaan di rumah untuk mencoba melakukannya. Saya sangat senang bisa kembali, karena seperti yang dapat Anda bayangkan ada cukup banyak tanda tanya di dalam diri saya pada waktu itu tentang apa yang akan terjadi. Tetapi untuk benar-benar dapat menjawab pertanyaan ini dengan berada di sini adalah hal yang sangat penting."

Baca Juga Toprak Ungkap Pelajaran Pengereman dari Dovizioso

Selain masalah medis yang kompleks, tantangan terbesar bagi sang pebalap adalah ketidakpastian mengenai kapan ia bisa kembali mengendalikan kuda besi di atas lintasan balap. Berbeda dengan cedera fisik konvensional seperti patah tulang yang memiliki estimasi waktu penyembuhan medis secara terukur, gangguan penglihatan dan kelelahan menuntut tingkat kesabaran yang jauh lebih tinggi.

Ia pun menegaskan bahwa proses pemulihan kali ini sangat mengandalkan faktor waktu serta keyakinan penuh sebelum memutuskan kembali bersaing di level tertinggi. "Ya, karena itu sangat, sangat aneh. Ini tidak seperti ketika Anda patah tulang dan Anda tahu, kurang lebih, waktu untuk pemulihan," ungkapnya menjelaskan perbedaan situasi cederanya kali ini.

"Dan kali ini, ketika Anda memiliki masalah penglihatan dan kelelahan ini, sejujurnya sangat sulit untuk memahami waktunya. Kapan? Itu adalah pertanyaan pertama ketika kita bertanya pada diri sendiri ketika kita mengalami cedera. Dan dalam kasus ini tidak seperti itu. Ini lebih tentang waktu, kesabaran, dan memastikan 100 persen untuk kembali. Dan kemudian besok kita akan melihat bagaimana perasaan saya. Saya masih memiliki beberapa tanda tanya, tetapi saya merasa baik. Ini adalah hal yang paling penting," pungkasnya jelang sesi latihan bebas Sepang.