Pembalap Oscar Piastri meyakini bahwa insiden ban lambat kempis yang dialaminya pada Grand Prix Singapura justru menjadi kunci kesuksesannya dalam merebut posisi kelima dari Lewis Hamilton di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay. Jalannya balapan sempat terlihat berjalan tanpa kejutan besar bagi pembalap muda asal Australia tersebut yang tertinggal cukup jauh di posisi keenam sebelum periode virtual safety car diaktifkan pada lap ke-39 menyusul masalah kopling yang dialami oleh Lance Stroll.

Meskipun menggunakan ban dengan usia pakai yang lebih muda dibandingkan para pesaing di kelompok terdepan, strategi ban sempat menjadi tanda tanya besar di garasi tim. Hamilton bersama Piastri awalnya sama-sama memutuskan untuk tetap berada di lintasan menggunakan kompon lunak yang sudah aus. Namun, takdir berkata lain ketika sebuah kebocoran ban secara perlahan memaksa pembalap andalan McLaren itu untuk masuk ke jalur pit untuk kali kedua pada lap ke-41 demi mengganti ban baru.

Keputusan melakukan pit stop tambahan tersebut sempat membuat jaraknya melebar hingga 37 detik di belakang sang juara dunia asal Inggris tersebut. Akan tetapi, keunggulan performa ban baru membuat laju mobilnya jauh lebih cepat dua detik per lap, memungkinkan dirinya memangkas ketertinggalan secara drastis hingga akhirnya mampu melakukan manuver overtake krusial menjelang akhir balapan yang menuntut ketahanan fisik luar biasa di bawah kelembapan tinggi Singapura.

- Advertisement -
Advertisement

“Itu benar-benar hasil maksimal yang bisa kami lakukan, kami tidak memiliki kecepatan untuk berbuat lebih banyak lagi. Jelas sekali, balapan di sini sangat bergantung pada posisi lintasan,” ungkap Piastri selepas balapan dengan nada reflektif. Ia menambahkan bahwa insiden yang awalnya tampak merugikan justru berbalik menjadi sebuah keuntungan tak terduga dalam usahanya menembus posisi lima besar.

Baca Juga Tsunoda Ungkap Tahun Terberat di Red Bull Bikin Kehilangan Semangat

“Saya merasa secara pribadi saya telah melakukan pekerjaan dengan cukup baik. Tentu saja ban yang kempis sempat disayangkan, namun ironisnya itu justru sangat membantu. Saya berhasil mendahului Lewis pada akhirnya, jadi selalu ada hikmah di balik setiap kejadian,” lanjutnya menguraikan jalannya duel sengit tersebut di atas lintasan jalan raya yang sempit dan minim ruang menyusul.

Di sisi lain, Prinsipal Tim McLaren Andrea Stella menyatakan bahwa pihak tim masih harus menyelidiki secara mendalam penyebab pasti dari kebocoran ban lambat tersebut bersama dengan pemasok ban resmi Pirelli. Menurutnya, masalah semacam itu sangat jarang terjadi sepanjang musim kompetisi tahun ini dan memerlukan evaluasi teknis agar tidak terulang pada seri-seri krusial berikutnya yang semakin mendekati paruh akhir musim.

Oscar Piastri di GP Singapura
Oscar Piastri saat memacu mobilnya di GP Singapura.