Persaingan sengit kategori Superbike kembali memanas menjelang bergulirnya balapan utama akhir pekan ini. Iker Lecuona secara terbuka menyatakan tekadnya untuk segera menemukan peningkatan performa signifikan demi bisa menandingi kecepatan luar biasa yang ditunjukkan oleh sang juara baru, Nicolo Bulega, dalam Race 1 WorldSBK Estoril. Tantangan berat kini berada di depan mata setelah sesi Superpole sebelumnya dikuasai penuh oleh rivalnya tersebut yang tampil begitu dominan di atas lintasan.

Jalannya sesi penentuan posisi start atau Superpole di Sirkuit Estoril diwarnai oleh aksi pemecahan rekor lap yang luar biasa. Nicolo Bulega tampil tanpa cela dengan memecahkan rekor lap sebanyak dua kali dalam satu sesi. Catatan waktu impresif pada percobaan kedua membuatnya menorehkan sejarah sebagai pebalap pertama yang mampu menembus catatan waktu di bawah 1 menit 34 detik di sirkuit ini. Raihan fantastis tersebut sekaligus mengamankan posisi start terdepan atau pole position yang kesepuluh kalinya bagi pebalap tersebut sepanjang musim balap tahun ini.

Selepas sesi kualifikasi yang menegangkan, Nicolo Bulega tidak dapat menyembunyikan rasa puasnya atas kembalinya performa terbaik motornya. Ia merasa level kompetitifnya telah pulih seperti sedia kala, jauh lebih baik dibandingkan saat seri Cremona di mana ia sempat mengalami kesulitan meraih kemenangan dan kehilangan pole position. Dalam wawancaranya bersama media resmi WorldSBK, ia mengungkapkan rasa bahagianya. "Kami meningkatkan performa motor secara drastis, jauh lebih baik daripada di Cremona jadi saya sangat senang bisa merasakan feeling yang bagus kembali. Terima kasih kepada tim saya dan saya berharap bisa melanjutkan tren positif ini," ujar Bulega.

- Advertisement -
Advertisement

Di sisi lain, bagi Iker Lecuona, mengamankan posisi start kedua terasa seperti sebuah penyelamatan dari mimpi buruk setelah ia sempat mengalami lari pertama yang digambarkan sebagai situasi yang mengerikan. Ia mengakui sempat kesulitan menemukan ritme terbaiknya di atas kuda besi miliknya. "Sejujurnya, ini hasil yang cukup bagus pada akhirnya karena lari pertama terasa mengerikan, saya tidak merasa nyaman di atas motor. Saya sangat kesulitan untuk memacu motor dengan cepat," tutur Lecuona menceritakan kendala teknis yang diadapinya di awal sesi.

Baca Juga Alex Lowes Frustrasi: Sulit Balapan Keras dengan Motor Bimota Kami

Beruntung, respons cepat dari kru garasi mampu mengubah situasi krusial tersebut menjadi sebuah keuntungan kompetitif. Perubahan kecil yang dilakukan menjelang penggunaan ban kualifikasi SCQ memberikan dampak instan pada performa motornya. Kendati demikian, ia tetap realistis melihat kecepatan sang peraih pole position di trek favorit tersebut. "Tim melakukan pekerjaan dengan sangat baik, kami membuat sedikit penyesuaian untuk ban SCQ dan saya bisa melaju lebih cepat - sebuah detail kecil yang sempat terlewat, tapi saya tahu Nicolo sangat cepat di trek ini, dia sangat menyukainya. Mari kita lihat, saya pikir kecepatan balap kami tidak jauh berbeda tapi saya rasa dia memiliki sedikit keunggulan lebih. Jadi, mari kita lihat apakah kami bisa menemukan sesuatu saat balapan untuk mencoba bertarung memperebutkan kemenangan," imbuhnya.

Persaingan barisan depan semakin meriah dengan kehadiran Alex Lowes yang sukses mengamankan posisi start baris terdepan untuk kedua kalinya di musim 2026 ini, mengulang pencapaian manisnya saat berada di posisi ketiga Superpole Misano. Pebalap asal Inggris tersebut sempat menunjukkan dominasi pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) dengan setelan motor yang berbeda. Meski sempat tertahan di baris kedua provisional pada awal Superpole, strategi ban yang cermat di tikungan terakhir membawanya merangsek ke posisi atas. Lowes tentu berharap bisa menjaga momentum ini dan merangsek lebih dekat ke zona podium pada balapan utama nanti.