Mantan pembalap IndyCar Series yang kini menjadi analis Formula 1, James Hinchcliffe, mempertanyakan langkah Toto Wolff yang berencana berkonsultasi dengan ayah Kimi Antonelli terkait potensi penalti power unit Mercedes pada paruh kedua musim ini. Menurutnya, keputusan tersebut terbilang tidak lazim dan mengundang tanda tanya besar.
Andrea Kimi Antonelli saat ini memimpin klasemen pembalap dengan 219 poin, unggul 50 poin atas Lewis Hamilton di posisi kedua setelah meraih enam kemenangan di paruh pertama musim. Rekan setimnya, George Russell, tertinggal sembilan poin lagi di belakang Hamilton pada posisi ketiga. Situasi ini membuat Mercedes berada dalam posisi kuat untuk memperebutkan gelar.
Menjelang 12 seri tersisa, Mercedes bersiap menghadapi penurunan posisi grid secara taktis akibat penalti mesin. Dalam podcast F1 Nation jelang Grand Prix Belanda, pembawa acara Tom Clarkson mengutip pernyataan Wolff saat akhir pekan Grand Prix Hungaria. Wolff mengindikasikan Mercedes kemungkinan akan mengambil penalti mesin di paruh kedua musim dan menyarankan melakukannya di Grand Prix Italia, yang merupakan balapan kandang Antonelli.
Menurut Wolff, hal itu bisa mengurangi tekanan pada pembalap berusia 19 tahun tersebut dengan menempatkannya lebih jauh di belakang grid. Namun, Wolff menambahkan bahwa ia akan membahas rencana ini dengan ayah Antonelli, Marco. Pernyataan inilah yang kemudian menjadi sorotan tajam Hinchcliffe.
"Yang saya temukan menarik dari skenario itu adalah Toto berkata, 'Ya, kami akan berkonsultasi dengan Marco Antonelli tentang ini, ayahnya.' Dan saya berpikir, mengapa ayah pembalap harus punya andil dalam penalti power unit?" ujar Hinchcliffe. Mantan pembalap IndyCar itu menambahkan bahwa logikanya mungkin berkaitan dengan mengelola tekanan dan ekspektasi besar yang ditanggung Antonelli di balapan kandangnya.
Baca Juga Sainz Perpanjang Kontrak Williams Hingga F1 2027"Tapi bisa jadi karena alasan itu, kan?" lanjutnya. "Mungkin dia bertanya, 'Apakah menurutmu ini akan membantu pendekatan Kimi di akhir pekan jika dia tahu dia akan start dari belakang dan itu mengurangi sedikit ekspektasi dan tekanan?' Namun, saya menganggap itu komentar yang sangat signifikan."
Keputusan Mercedes untuk melibatkan keluarga Antonelli dalam strategi teknis ini menunjukkan betapa seriusnya tim pabrikan Jerman itu dalam mengelola mental dan performa pembalap mudanya di tengah persaingan ketat menuju gelar. Langkah ini juga bisa menjadi preseden baru dalam hubungan antara tim dan pembalap di era modern Formula 1.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!