Ketegangan di balik layar Formula 1 kembali memanas setelah penasihat senior Helmut Marko secara terbuka membantah klaim yang dilontarkan oleh mantan rekan setimnya di Red Bull Racing, Christian Horner. Hubungan antara kedua tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern ajang balap jet darat ini memang kerap menjadi sorotan, terutama setelah dinamika internal tim mulai merenggang pada musim-musim terakhir kebersamaan mereka. Perselisihan terbaru ini berpusat pada klaim dalam autobiografi Horner yang berjudul Drive, di mana ia menyebut bahwa Marko sempat menentang keras perekrutan Max Verstappen pada masa awal kariernya.

Dalam buku tersebut, Horner mengeklaim bahwa Marko sempat melabeli Jos Verstappen sebagai sosok yang merepotkan dan menyatakan bahwa tim tidak membutuhkan kehadiran sang pembalap muda. Namun, Marko dengan tegas menepis narasi tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah kebohongan mutlak. Ia menegaskan bahwa dirinyalah yang justru menjadi sosok kunci di balik kedatangan Verstappen ke Milton Keynes, meskipun Horner saat itu sempat meragukan keputusan tersebut karena faktor usia sang pembalap yang masih sangat muda serta minimnya pengalaman di ajang single-seater.

“Saya mengabaikannya semampu saya,” ujar Marko kepada media Austria, OE24, menanggapi klaim-klaim kontroversial dalam buku tersebut. Marko menambahkan bahwa ia harus berjuang keras mempertahankan keputusannya di hadapan Horner pada akhir pekan balap pertama Verstappen di Barcelona, di mana Horner kala itu menganggap sang bintang asal Belanda belum siap menghadapi tekanan Formula 1.

- Advertisement -
Advertisement

Dukungan terhadap pembelaan Marko juga datang dari mantan pembalap F1, Ralf Schumacher. Saat berbicara dalam siniar Sky Deutschland Backstage Boxengasse, Schumacher menyebut versi cerita yang disampaikan oleh Horner sebagai sebuah kebohongan besar. Menurut Schumacher, Marko sudah memantau dan mendekati Verstappen sejak usia belia, bahkan ketika sang juara dunia baru menginjak usia sebelas tahun setengah dan sempat menolak tawaran awal karena merasa waktunya belum tepat.

Baca Juga Aprilia Unggul Motor, Tapi Marquez Tetap Ancaman Gelar

Dampak dari era kepemimpinan ganda yang penuh intrik ini turut dirasakan langsung oleh Verstappen sendiri. Peraih empat gelar juara dunia beruntun tersebut memberikan penilaian jujur mengenai situasi di garasi tim saat ini, dengan menyatakan bahwa atmosfer di dalam paddock terasa jauh lebih tenang dan tidak terlalu penuh tekanan sejak kepergian Horner dari struktur manajemen tim.