Sepekan setelah insiden sengit di Formula 1 Grand Prix Meksiko yang melibatkan rekan setim di Ferrari, Lewis Hamilton menegaskan bahwa diskusi lanjutan sangat dibutuhkan untuk menghindari kerugian bagi tim. Insiden pada lap pertama di Meksiko tersebut membuat kedua pembalap harus keluar lintasan di Tikungan 4, yang pada akhirnya memberikan peluang emas bagi Max Verstappen untuk merebut kemenangan serta merusak potensi finis satu-dua bagi skuad Maranello.
Dalam insiden pembuka tersebut, Hamilton tampak begitu geram dengan cara rekan setimnya bertarung di atas lintasan. Pembalap asal Monako itu memotong jalur di Tikungan 4 dan tetap berada di depan, yang kemudian hanya diganjar penalti waktu lima detik setelah keringanan diterapkan dari hukuman awal sepuluh detik. Situasi ini semakin memperkuat spekulasi di paddock bahwa sang pembalap asal Monako tersebut memang kerap menampilkan agresivitas lebih tinggi ketika bertarung melawan rekan setimnya sendiri dibanding saat menghadapi pembalap dari tim rival.
Ketika disinggung mengenai pengamatan publik bahwa dirinya diperlakukan lebih keras di atas lintasan, juara dunia tujuh kali itu memberikan tanggapan terbuka. "Ya. Saya melihat apa yang Anda lihat. Di Singapura, dia berada sepenuhnya di sisi dalam menuju Tikungan 1, dia bisa saja mengambil alih pimpinan, namun dia memilih mundur. Itu jelas terasa berbeda," ungkap sang pembalap senior. Ia juga menambahkan bahwa dinamika serupa pernah ia rasakan sebelumnya saat berbagi garasi dengan rekan-rekan setim terdahulu seperti Sebastian Vettel maupun Carlos Sainz.
Tingginya tingkat emosi pascalomba membuat manajemen tim harus turun tangan menyikapi situasi panas di garasi. Berdasarkan laporan dari Autosport, prinsipal tim Fred Vasseur telah melakukan komunikasi secara terpisah dengan kedua pembalap setelah menilai insiden di Meksiko mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap jerih payah dua ribu staf di pabrik. Meskipun Vasseur sempat kembali ke Eropa dan sang rekan setim meluangkan waktu bersama keluarga menyusul kelahiran putrinya, agenda pembicaraan formal dijadwalkan ulang di Sao Paulo.
Baca Juga Madring Debut di F1 Spanyol 2026: Tikungan Ikonik 24 Persen Siap DiujiMenanggapi apakah sudut pandangnya telah berubah setelah kepalanya merasa lebih dingin, Hamilton tidak menampik sisa kekecewaan yang ada di dalam dirinya. "Secara alami saya merasa frustrasi, dan saya masih merasa frustrasi. Jadi, percakapan harus dilakukan. Kami akan melaksanakannya ketika waktunya tepat," ujarnya kepada Autosport. Ia mengingatkan kembali potensi besar yang terbuang sia-sia mengingat kerja keras pabrikan dalam menghadirkan komponen pembaruan sepanjang musim kompetisi tahun ini.
Lebih lanjut, pembalap asal Inggris tersebut menyoroti bagaimana konsistensi perolehan poin tim dalam tiga atau empat balapan terakhir sebenarnya sudah berada di jalur yang sangat kompetitif. Kehilangan peluang emas untuk mengamankan posisi finis satu-dua di Meksiko menjadi pengingat keras bahwa aturan keterlibatan di internal tim harus diperjelas demi mengamankan ambisi besar di sisa kalender balap Formula 1 musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!