Mantan prinsipal tim Haas, Gunther Steiner, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang meralat pandangannya sebelumnya terkait masa depan pembalap muda asal Australia tersebut di ajang Formula 1. Sebelumnya, pria yang dikenal dengan karakter blak-blakannya itu sempat menyarankan agar Oscar Piastri mempertimbangkan opsi untuk mencari pelabuhan baru apabila gagal keluar dari periode sulit yang melanda paruh akhir musim kejuaraan 2025. Perubahan sikap ini tentu menarik perhatian para pengamat paddock karena kontras dengan analisis tajam yang ia berikan beberapa bulan lalu ketika tensi perebutan gelar juara dunia berada di titik puncak.

Perjalanan karier Piastri sendiri memang mengalami dinamika yang cukup menguji mentalitas seorang atlet papan atas. Setelah harus rela kehilangan gelar juara dunia dari rekan setimnya sendiri, Lando Norris, dengan selisih tipis 13 poin pada musim lalu, pembalap berbakat ini justru kembali menghadapi musim yang jauh lebih terjal dan penuh rintangan tahun ini. Hingga paruh musim berjalan, ia belum mampu merengkuh satupun kemenangan balapan dan posisinya di klasemen sementara pembalap terus merosot akibat inkonsistensi performa dari balik kemudi mobil MCL40.

Kendati demikian, dalam wawancara eksklusif bersama Speedcafe, Steiner menegaskan bahwa langkah paling bijak bagi sang pembalap saat ini adalah tetap bertahan bersama skuad asal Woking tersebut. Ia menilai bahwa meninggalkan tim dalam situasi tertekan justru akan mengirimkan sinyal negatif yang tidak sejalan dengan kapasitas balap yang ia miliki. "Dalam situasi saat ini, saya pikir lebih baik dia tetap tinggal, karena jika tidak, dia akan seperti pengecut yang lari dari McLaren pada dasarnya," ungkap Steiner secara tegas menyoroti mentalitas kompetitif yang dibutuhkan di level tertinggi motorsport.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, figur yang akrab disapa Steiner tersebut meyakini bahwa kualitas teknis dan kecepatan alami yang dimiliki oleh pembalap berusia 25 tahun itu sudah lebih dari cukup untuk membalikkan keadaan. Tantangan utamanya saat ini adalah bagaimana menemukan kembali setelan performa terbaik yang sempat membawanya memimpin klasemen dunia untuk waktu yang cukup lama pada musim 2025. "Menurut pendapat saya, dia tidak perlu melakukan itu. Dia cukup bagus untuk tetap di sana. Kembalikan dirinya ke posisi semula seperti tahun lalu. Dan kemudian lihat apa yang dia lakukan," tambahnya memberikan dorongan moril.

Baca Juga Tigani Motorsport Tampil Mencolok di GP Makau Bersama Lucas Auer

Penilaian terbaru ini tentu sangat bertolak belakang dengan apa yang ia utarakan dalam siniar Red Flags menjelang akhir musim lalu, di mana ia sempat membuka peluang hijrah jika performa sang pembalap terus merosot. Saat itu, ia berpendapat bahwa perubahan lingkungan tim bisa menjadi solusi segar. Namun, realitas saat ini menunjukkan bahwa Piastri masih berjuang keras mencari formula ajaib untuk mengakhiri tren negatif setelah melewati 14 balapan beruntun tanpa finis di podium—rekor terpanjang sejak musim debutnya pada 2023 lalu.

Meskipun mengakui adanya kesulitan dalam mengekstrak kecepatan maksimal dari mobil McLaren, Piastri sendiri sempat menyatakan bahwa dirinya mulai merasakan kemajuan signifikan dalam memahami karakter kendaraan usai akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat. Hal senada juga didukung oleh Steiner yang melihat bahwa situasi ini tidak sepenuhnya buruk, mengingat standar rekan setimnya yang sangat tinggi. "Saya tidak akan terlalu khawatir tentang itu. Dia masih mendapatkan hasil yang bagus. Dia tidak kalah sepenuhnya. Dan dia membalap melawan Lando, yang saat ini adalah salah satu yang terbaik di luar sana," pungkasnya sekaligus menyoroti minimnya kursi kosong di tim-tim papan atas.