Tim Alpine secara resmi mengonfirmasi bahwa pembalap muda berbakat mereka, Gabriele Mini, akan mendapatkan kesempatan emas untuk mengambil alih kemudi mobil Formula 1 milik Franco Colapinto pada sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) di Grand Prix Meksiko. Keputusan ini menandai tonggak sejarah penting dalam karier balap sang pembalap asal Italia tersebut, yang telah lama menjadi bagian integral dari akademi muda tim berbasis di Enstone dalam menapaki tangga menuju ajang balap kasta tertinggi.
Perjalanan Gabriele Mini bersama skuad muda Alpine telah terjalin sejak tahun 2023, di mana tim terus memberikan dukungan penuh selama keikutsertaannya di kancah Formula 3 dan Formula 2. Pada musim 2024, performa luar biasa ditunjukkannya dengan keluar sebagai runner-up kejuaraan Formula 3, hanya terpaut tipis dari perebutan gelar juara utama. Tak lama setelah itu, ia langsung membuat gebrakan lewat debut gemilang di Formula 2 saat menggantikan Ollie Bearman di Baku, di mana ia secara sensasional langsung merebut podium pada balapan perdananya di kategori tersebut.
Meski sempat menghadapi musim penuh perdana yang cukup menantang di Formula 2 bersama PREMA Racing dalam mencari konsistensi performa mobil, kepindahannya ke MP Motorsport pada tahun ini membuktikan kapasitas sesungguhnya. Ia sempat memimpin klasemen sementara pada paruh awal musim berkat catatan dua kemenangan serta tujuh podium tambahan, menempatkannya dalam persaingan ketat di papan atas klasemen kejuaraan.
Sebelum mendapatkan kesempatan mengemudikan mobil spesifikasi F1 modern di Autodromo Hermanos Rodriguez, Mini telah terbiasa mengumpulkan jam terbang melalui berbagai program pengujian mobil generasi sebelumnya atau Testing of Previous Cars Programmes. Namun, sesi latihan bebas di Meksiko akhir pekan nanti akan menjadi pengalaman perdana yang sesungguhnya di balik kokpit mesin F1 kontemporer, sebuah lompatan besar yang telah lama dipersiapkan melalui kerja keras di simulator pabrik.
Menanggapi kepercayaan besar yang diberikan oleh manajemen tim, pembalap muda berbakat ini mengungkapkan rasa antusiasme serta apresiasi mendalam atas kesempatan langka yang didapatkannya. "Saya menantikan momen berada di balik kemudi A526 dan mengambil bagian dalam sesi Latihan Bebas 1 pertama saya di Formula 1," ujar sang pembalap menggambarkan betapa krusialnya momen tersebut bagi masa depan karier profesionalnya di lintasan balap internasional.
Baca Juga Liam Lawson Soroti Risiko SLM F1 2026 Sulit DihindariIa juga menambahkan bahwa perjalanan panjang bersama akademi memberikan arti tersendiri baginya. "Menjadi bagian dari Akademi Alpine selama beberapa tahun dan berkembang melalui jajaran pembalap muda, bersaing dalam sesi resmi Formula 1 akan menjadi momen yang sangat istimewa bagi saya. Terima kasih kepada Flavio, Steve, dan semua orang di tim atas kepercayaan serta kesempatan ini," imbuhnya dengan penuh rasa syukur.
Sebagai persiapan maksimal menghadapi debut akhir pekan ini, ia mengaku telah menghabiskan banyak waktu di markas besar Enstone. "Saya telah melakukan banyak persiapan kembali di basis Enstone, menghabiskan waktu di simulator dan bekerja sama erat dengan para insinyur untuk memastikan saya siap semaksimal mungkin dan mampu memberikan performa terbaik baik secara pribadi maupun untuk tim," tambahnya.
Tujuan utamanya akhir pekan nanti bukan sekadar mencatatkan waktu cepat, melainkan mengumpulkan data telemetri krusial bagi teknisi. "Tujuan saya adalah melakukan pekerjaan sebaik mungkin di lintasan dan membantu memberikan data serta umpan balik yang berharga kepada tim untuk menyiapkan akhir pekan yang sukses, di mana Pierre dan Franco bertujuan mencetak poin pada akhirnya," pungkasnya menutup sesi wawancara.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!