FIA, badan pengatur Formula 1, mengecam keras serangan online yang ditujukan kepada para steward balapan F1 setelah keputusan mereka menjatuhkan penalti kepada pembalap Alpine, Franco Colapinto, di Zandvoort. Keputusan tersebut memicu gelombang kemarahan di media sosial, terutama dari sponsor Colapinto, Mercado Libre.

Colapinto dan pembalap Racing Bulls, Arvid Lindblad, sama-sama menerima penalti drive-through karena menyalip di bawah bendera kuning ganda pada lap pertama balapan. Insiden ini terjadi saat ada kecelakaan besar yang melibatkan Max Verstappen dari Red Bull, yang memaksa marshal menurunkan bendera kuning di sektor akhir hingga garis start-finis. Pada awal lap kedua, area tersebut sempat kembali hijau sebelum akhirnya balapan dihentikan dengan bendera merah.

Saat bendera kuning dikibarkan, Colapinto menyelesaikan manuver menyalip terhadap Yuki Tsunoda dari Racing Bulls di tikungan terakhir Zandvoort, sementara Lindblad berhasil melewati Pierre Gasly dari Alpine sebelum melewati garis start-finis. Keduanya sempat mengambil tindakan menghindar karena ada debris di lintasan. Steward menilai pelanggaran ini jelas, namun mengakui kondisi lintasan yang rumit akibat debris menjadi faktor mitigasi sehingga hukuman yang diberikan lebih ringan dari standar normal.

- Advertisement -
Advertisement

Colapinto sendiri menganggap penalti tersebut "sangat berat" karena ia menyalip Tsunoda sesaat setelah bendera kuning keluar. Namun, menurut regulasi, pelanggaran terkait keselamatan seperti ini memang dianggap serius dan penalti yang dijatuhkan sudah sesuai aturan. Kritik tajam datang dari Sean Summers, CMO Mercado Libre, yang mempertanyakan integritas steward FIA dengan pernyataan bernada menyerang. Komentar tersebut semakin memicu perdebatan di media sosial, bahkan beberapa oknum penggemar Argentina ikut menyerang akun media sosial Alpine karena dianggap kurang membela Colapinto.

Baca Juga GP Australia Pastikan F1 2026 Tetap Berjalan

Menanggapi kontroversi ini, Alpine mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan kepercayaan penuh terhadap FIA dan para steward dalam menegakkan aturan. Tim asal Prancis itu menegaskan bahwa penalti untuk pelanggaran bendera kuning adalah bagian dari aturan yang harus dipatuhi. FIA pun menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan dan integritas olahraga, serta mengecam segala bentuk pelecehan yang ditujukan kepada ofisial balapan.