FIA terpaksa merilis pernyataan resmi setelah penalti yang dijatuhkan kepada Franco Colapinto di Grand Prix Belanda memicu gelombang pelecehan yang menyasar para steward balapan. Badan pengawas motorsport dunia itu menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi.
Kemarahan penggemar, yang sebagian besar pendukung Colapinto, meledak di media sosial setelah pembalap asal Argentina itu menerima drive-through dan dua poin penalti karena menyalip Yuki Tsunoda saat bendera kuning ganda dikibarkan, beberapa saat setelah Max Verstappen tersingkir dari GP Belanda pada lap pertama.
Meskipun Colapinto menggambarkan sanksi tersebut sebagai "sangat berat" mengingat kekacauan yang terjadi di kecepatan tinggi, para steward bertindak sesuai aturan. Arvid Lindblad menerima hukuman serupa untuk insiden yang hampir identik, menunjukkan bahwa keputusan tersebut konsisten dan tidak diskriminatif.
Belakangan, Colapinto mendapat penalti kedua karena gagal memperlambat laju kendaraannya saat bendera kuning. Situasi ini semakin memanas ketika Sean Summers, Chief Marketing Officer dari sponsor utama Colapinto, Mercado Libre, menulis di platform X: "[Para] steward FIA membunuh integritas F1." Pernyataan itu memicu reaksi lebih luas dari publik.
Menanggapi hal ini, FIA menyatakan: "Setelah Grand Prix Belanda, steward FIA menjadi sasaran pelecehan online setelah menerapkan penalti olahraga sesuai regulasi FIA. Koalisi United Against Online Abuse mengutuk segala bentuk pelecehan dan intimidasi. Ketidaksetujuan terhadap keputusan adalah bagian dari olahraga, tetapi tidak pernah boleh dibenarkan untuk ancaman atau serangan pribadi."
Baca Juga Hamilton vs Schumacher: Anda yang Menentukan Pembalap F1 TerhebatFIA juga mengingatkan bahwa pada 2023, mereka meluncurkan koalisi United Against Online Abuse setelah seorang steward menghadapi pelecehan serupa pasca Grand Prix Amerika Serikat. Mereka mengajak seluruh elemen olahraga untuk bersikap hormat dan bertanggung jawab, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
Insiden ini menegaskan kembali tantangan besar yang dihadapi FIA dalam melindungi para ofisialnya dari serangan daring. Dengan meningkatnya tekanan dari penggemar dan pihak-pihak terkait, langkah tegas seperti ini menjadi penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas olahraga.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!