Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menyatakan dirinya tidak memiliki keraguan sedikit pun bahwa pabrikan Aprilia cepat atau lambat akan menerapkan instruksi tim atau team orders demi mengamankan perebutan gelar juara dunia MotoGP. Persaingan perebutan gelar juara musim ini semakin memanas usai rangkaian balapan sengit di Mandalika, di mana sang juara bertahan yang kini berada di bawah naungan Borgo Panigale masih terus menempel ketat para rivalnya di papan atas klasemen sementara.
Situasi di kejuaraan dunia semakin menarik setelah drama terjadi di Sirkuit Mandalika. Marc Marquez bersama Ducati sempat memberikan kejutan luar biasa dengan memenangi sesi Sprint Race, memanfaatkan insiden di Tikungan 1 serta kendala tekanan ban yang dialami oleh pemimpin balapan saat itu. Keberhasilan tersebut sempat membawa pembalap Spanyol itu mengambil alih puncak klasemen sementara untuk pertama kalinya musim ini, memicu ketegangan di garasi para pesaing utama mereka.
Namun, respons langsung ditunjukkan oleh kubu Noale melalui dominasi luar biasa pada balapan utama Grand Prix. Aprilia sukses mencatatkan sejarah baru dengan menyapu bersih empat posisi teratas sekaligus, sementara Marquez harus puas finis di posisi keenam. Kendati demikian, kerugian besar bagi Ducati berhasil sedikit diredam setelah Jorge Martin hanya mampu finis di tempat ketiga di belakang pembalap-pembalap penggebrak lainnya, membuat selisih poin tetap terjaga dengan ketat menjelang seri-seri krusial berikutnya di paruh akhir musim.
Menanggapi dinamika internal garasi lawan, Davide Tardozzi secara terbuka memberikan penilaiannya kepada media Italia. "Datang dengan selisih dua poin di belakang Martin dan pergi tetap dengan selisih dua poin adalah sebuah kesuksesan bagi kami," ungkap Tardozzi kepada Sky Italia. Ia juga menambahkan secara blak-blakan mengenai jalannya musim ini. "Masalah sebenarnya adalah bahwa Aprilia terbukti sangat superior, terutama di sini. Jika kami bisa bertahan pada balapan berikutnya di Australia, saya pikir Kejuaraan Dunia ini masih bisa dikendalikan.">
Baca Juga Daftar Pemenang MotoGP Sepanjang Masa Usai GP Aragon 2026Lebih lanjut, manajer veteran asal Italia itu menilai bahwa langkah penggunaan instruksi tim merupakan hal yang sangat wajar dalam situasi perebutan gelar yang begitu ketat. Berbekal pengalamannya di masa lalu ketika terlibat dalam instruksi kontroversial Mapping 8 bersama Jorge Lorenzo pada perebutan gelar 2017, ia menegaskan tidak akan ragu melakukan hal serupa. "Saya tidak punya keraguan bahwa cepat atau lambat Aprilia akan mengeluarkan instruksi tim; itu tampak benar dan logis bagi saya, dan saya akan melakukannya," tegas Tardozzi menutup analisis tajamnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!