Sesi kualifikasi Supercars di Sirkuit Sandown akhir pekan ini menyajikan drama menegangkan dan pilu bagi sejumlah pembalap unggulan. Kejutan besar terjadi ketika Will Brown gagal melangkah dari sesi Q1 ke Q2, terpaut tipis di posisi pertama di bawah garis aman. Masalah teknis yang tidak terduga pada girboks mobilnya merusak ritme krusial pada putaran terbang terakhir yang ia jalankan, memaksa sang pembalap harus menerima kenyataan pahit berada di papan bawah.

Permasalahan bermula ketika ia memasukiTikungan 1 dan mendapati tuas persneling kendaraannya mengalami kendala mekanis. Dalam penjelasannya usai sesi, ia mengungkapkan bahwa masalah tersebut langsung mengacaukan konsentrasi serta sinkronisasi perpindahan gigi yang sangat vital di sirkuit cepat tersebut. Ketika ia menurunkan gigi ke posisi ketiga, mekanisme transmisi terasa tersangkut sehingga ia harus menarik ulang tuas secara manual, yang berujung pada kekacauan ritme kemudi dan penguncian roda depan.

Lebih lanjut ia menjelaskan situasi pelik tersebut dengan merinci dampak teknis yang dirasakannya di atas kokpit. "Ketika saya turun ke gigi tiga di Tikungan 1, itu tersangkut dan saya harus menarik tuas persneling ke belakang dan itu membuat saya keluar dari sinkronisasi dan saya mengunci bagian depan pada lap saya," ujar Will Brown memberikan keterangan. Ia menambahkan bahwa insiden kecil seperti itu sangat berdampak besar pada catatan waktu keseluruhan karena mengganggu momentum pengereman dan akselerasi keluar tikungan.

- Advertisement -
Advertisement

Masalah kualifikasi ini semakin memperpanjang rentetan akhir pekan yang buruk bagi sang pembalap setelah sebelumnya juga mengalami hari Sabtu yang mengecewakan. Setelah memulai lomba dengan catatan impresif, ia sempat mengalami insiden berputar saat bertarung sengit memperebutkan posisi terdepan melawan Brodie Kostecki. Situasi semakin memburuk tatkala ia terlibat senggolan dengan pembalap Cameron Hill, yang kemudian diganjar penalti waktu 15 detik oleh pengawas lomba setelah balapan usai.

Baca Juga Sejarah Seabad Papamobile Mercedes Benz dan Era Kendaraan Listrik

Dengan menyisakan satu balapan lagi di rangkaian Sandown Semi-Final, posisinya kini semakin tertekan karena tertinggal 88 poin di bawah batas aman untuk menembus empat besar. Empat besar sendiri merupakan syarat mutlak untuk melaju ke perebutan gelar juara Supercars di Grand Final Adelaide mendatang. Menatap sisa balapan hari ini, ia menyadari bahwa tantangan terbesar timnya adalah menjaga keawetan kompon ban di atas lintasan yang menuntut ketahanan fisik tinggi.

Di sisi lain, jalannya kualifikasi dua bagian untuk menentukan peserta Top 10 Shootout dikuasai sepenuhnya oleh Matt Payne yang mempertahankan kecepatan impresifnya sejak hari sebelumnya. Penampilan kompetitif juga ditunjukkan oleh barisan chevrolet melalui aksi gemilang Anton De Pasquale, Zach Bates, dan Cooper Murray yang mengamankan posisi empat besar. Sementara itu, pembalap Chaz Mostert secara mengejutkan gagal lolos ke Shootout setelah upaya dramatis di detik-detik akhir oleh James Golding mengunci posisi sembilan.