Manajer Umum Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, mengaku sangat antusias menghadapi perubahan regulasi teknis MotoGP pada 2027. Baginya, ini adalah kesempatan langka yang membuat para insinyur seperti dirinya bersemangat—memulai dari selembar kertas kosong.

Musim depan, motor akan menggunakan mesin 850cc yang lebih kecil, perangkat ride-height dilarang, aerodinamika dibatasi lebih ketat, dan yang paling signifikan: pergantian pemasok ban dari Michelin ke Pirelli. Menurut Dall'Igna, kombinasi perubahan ini berarti timnya harus membangun motor yang "benar-benar baru".

"Hal terpenting adalah know-how yang Anda miliki," ujar Dall'Igna kepada MCNews.com.au. "Itu pasti terbawa ke masa depan. Tapi tidak banyak hal yang bisa dipertahankan, karena dengan larangan perangkat ride-height, kapasitas mesin yang berbeda, dan ban yang berbeda, pada akhirnya Anda harus membangun motor yang sepenuhnya baru."

- Advertisement -
Advertisement

Bagi pria yang telah membawa Ducati meraih empat gelar juara pembalap beruntun ini, tantangan tersebut justru memicu adrenalin. "Tentu saja itu membuat saya bersemangat. Ketika Anda bisa mulai dari selembar kertas yang benar-benar kosong, bagi seorang insinyur, itu adalah mainan terbaik yang bisa Anda miliki," tambahnya sambil tersenyum.

Baca Juga Piero Taramasso Jelaskan Alasan Lap MotoGP Brasil 2026 Dipangkas

Dall'Igna, yang bergabung dengan Ducati dari Aprilia pada akhir 2013, juga mengonfirmasi kabar bahwa ia sempat mengusulkan penggunaan mesin hybrid ala Formula 1 untuk era baru ini. "Sejujurnya, saya ingin punya motor listrik kecil di motor 2027. Saya mendorong sejak awal untuk melakukan hybridisasi seperti ini. Namun dari sisi biaya, ini jelas cukup sulit. Tapi saya pikir kita bisa belajar banyak. Kreativitas menjadi penting kembali jika kita memperkenalkan solusi semacam ini," jelasnya.

Meski demikian, fokus jangka pendek Ducati adalah mengejar Aprilia yang saat ini memimpin klasemen kejuaraan dunia untuk gelar terakhir era 1000cc/Michelin. Tes privat berikutnya untuk prototipe 850cc dengan pembalap reguler akan digelar di Red Bull Ring pada September. Sebuah momen yang dinantikan, karena di sanalah arah persaingan masa depan mulai terlihat.