Franco Colapinto tak kuasa menahan air mata setelah Franco Colapinto mengakui bahwa kesalahan besar yang ia lakukan di Grand Prix Italia merenggut peluangnya untuk bertarung di barisan depan. Pembalap Alpine itu sempat naik ke posisi ketiga pada start kedua sebelum insiden di Lesmo membuatnya terlempar ke gravel dan finis di posisi kesembilan.
Start dari posisi ketujuh, Colapinto langsung naik peringkat setelah insiden antara Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Ia kemudian naik lagi saat Leclerc crash di lap kedua, dan berhasil menyalip Oscar Piastri sebelum balapan dihentikan sementara karena bendera merah.
Pada start kedua, Colapinto langsung menekan Max Verstappen dan sempat melewatinya di chicane pertama untuk naik ke posisi ketiga. Namun Verstappen membalas di tikungan Variante della Roggia. Beberapa meter kemudian, Colapinto kehilangan kendali Alpinnya di Lesmo dan masuk ke gravel, membuatnya turun ke posisi 16.
"Saya punya peluang besar dan saya tidak memanfaatkannya, jadi saya sedih. Itu adalah kesalahan besar. Saya kehilangan kesempatan penting bagi tim dan diri saya sendiri," ujarnya dengan mata berkaca-kaca kepada ESPN Argentina. Colapinto, yang baru saja dikonfirmasi bertahan bersama Alpine hingga 2027, masih frustrasi saat berbicara dengan media tulis di Monza.
Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull Hingga 2030"Saya hanya frustrasi. Saya kehilangan mobil di tikungan 5-6, sedikit tidak tahu penyebabnya. Kami bisa melakukan hal-hal baik, P2 dan P3 bersama, dan saat Anda merasa kuat dan tiba-tiba bertarung dengan tim papan atas, Anda termotivasi, tapi kesalahan seperti itu membuang semuanya," katanya.
Meski sempat berpikir akan mundur karena kerusakan parah, Colapinto memutuskan melanjutkan balapan dan berhasil finis di posisi kesembilan, mengamankan poin untuk Alpine. Rekan setimnya, Pierre Gasly, yang start dari pole, hanya mampu finis ketujuh. Namun hal itu tak mengurangi penyesalan Colapinto.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!