Mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sempat berupaya mendatangkan Fernando Alonso dan Charles Leclerc untuk musim Formula 1 2025. Langkah tersebut diambil ketika performa Sergio Perez mulai mengalami penurunan drastis dibandingkan musim-musim sebelumnya, yang membuat posisinya di tim terancam kehilangan kursi balap utama.
Dalam buku terbarunya yang berjudul Drive, Horner menjelaskan bahwa ia bergerak cepat mendekati Alonso terlebih dahulu setelah melihat celah di bursa transfer pembalap. Selama akhir pekan Grand Prix Jepang, juara dunia dua kali asal Spanyol itu bahkan menyatakan minatnya secara langsung untuk menjadi rekan setim Max Verstappen pada musim berikutnya. Namun, rencana ambisius tersebut langsung kandas setelah Helmut Marko menyampaikan penolakan yang diklaim mewakili kubu manajemen Verstappen.
Setelah pendekatan terhadap Alonso menemui jalan buntu, Horner tidak lantas menyerah dan mengalihkan perhatiannya kepada bintang Scuderia Ferrari. Menurut pandangannya, pembalap asal Monako tersebut memiliki kombinasi kecepatan murni, kekuatan luar biasa dalam satu putaran kualifikasi, serta karakter kompetitif yang sangat ulet. Horner menilai bahwa kecepatan yang dimiliki Leclerc serta sikapnya yang selalu melindungi tim akan menjadi aset berharga bagi skuad berbasis di Milton Keynes tersebut.
Kendati demikian, jalan menuju perekrutan Leclerc kembali dijegal oleh pihak internal tim. Helmut Marko kembali memberikan instruksi tegas kepada Horner untuk melupakan gagasan mendatangkan pembalap Ferrari tersebut. Meskipun demikian, Horner meyakini bahwa perintah pembatalan transfer tersebut sama sekali bukan berasal dari keinginan Max Verstappen atau manajemennya pribadi, melainkan ada pihak lain di dalam struktur manajemen yang memutuskan bahwa langkah tersebut tidak sejalan dengan strategi Red Bull.
Baca Juga Norris Rebut Pole Kedua Beruntun di GP Belanda, Kalahkan Duo MercedesAkibat kegagalan merekrut kedua nama besar tersebut, Red Bull akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Liam Lawson sebagai pengganti Perez. Keputusan mempromosikan pembalap asal Selandia Baru itu berujung pada hasil yang mengecewakan, di mana ia akhirnya harus diturunkan kembali hanya setelah menjalani dua balapan awal musim 2025. Horner sendiri mengakui bahwa dirinya merasa tidak nyaman dengan keputusan prematur tersebut mengingat minimnya pengalaman yang dimiliki Lawson di ajang balap mobil bergengsi dunia.
Situasi semakin rumit setelah Yuki Tsunoda dan kemudian Isack Hadjar bergantian mengisi kursi panas tersebut untuk musim-musim berikutnya. Selain itu, Red Bull juga sempat menjajaki opsi mendatangkan Carlos Sainz, yang bahkan sempat berkunjung langsung ke kediaman pribadi Horner sebelum sang kepala tim akhirnya diberhentikan dari jabatannya pada bulan Juli tahun lalu setelah dua dekade memimpin tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!