Richard Wood Johnson, miliarder Amerika yang dikenal sebagai pemilik tim NFL New York Jets, resmi membeli saham minoritas di tim Formula 1 Aston Martin. Langkah ini menambah daftar investor kelas kakap yang masuk ke dalam paddock F1, sekaligus menegaskan daya tarik komersial olahraga ini yang terus melonjak.

Pria yang akrab disapa Woody ini bukan nama baru di dunia olahraga. Ia membeli New York Jets seharga $635 juta pada tahun 2000 dan kini menjabat sebagai chairman sekaligus pemilik. Setahun lalu, ia juga mengambil porsi kepemilikan di klub Premier League, Crystal Palace. Di luar olahraga, keluarganya menggenggam kerajaan bisnis Johnson & Johnson, korporasi farmasi dan teknologi medis yang nilainya diperkirakan mencapai $20,5 miliar.

Meski nilai pasti saham yang diakuisisi tidak diungkapkan, kepemilikan Aston Martin saat ini terbagi di beberapa pihak. Konsorsium Yew Tree milik Lawrence Stroll memegang 33%, sementara Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) memegang 20%. Sisanya tersebar di tangan miliarder asal Swiss-Italia, Ernesto Bertarelli, Geely, Mercedes, dan Lucid Group.

- Advertisement -
Advertisement

Johnson, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris pada 2017-2021 di era Donald Trump, langsung ditunjuk sebagai wakil ketua dewan direksi Aston Martin. Ia tidak akan terlibat dalam manajemen sehari-hari, tetapi kehadirannya diharapkan membuka peluang baru, terutama dalam hal pertumbuhan basis penggemar di Amerika Serikat.

"Selama menjadi Duta Besar AS untuk Inggris, saya mengembangkan apresiasi mendalam terhadap sejarah kaya Aston Martin, serta visi strategis dan jiwa kewirausahaan Lawrence Stroll," ujar Johnson. "Saya antusias untuk bermitra dengannya dan berkontribusi pada perkembangan tim, dengan ambisi membangun organisasi yang mampu bersaing di level tertinggi olahraga ini. Kami juga memiliki komitmen untuk memperluas basis penggemar di AS dan mengenalkan lebih banyak orang pada keseruan Formula 1."

Baca Juga Klasemen Formula 2 2026 Usai Race GP Australia

Stroll menyambut hangat kehadiran Johnson. "Saya sangat senang menyambut Woody ke keluarga Aston Martin. Pengalaman, semangat, dan investasinya semakin memperkuat posisi kami saat memasuki fase berikutnya dari perjalanan kompetitif kami. Apresiasinya yang mendalam terhadap merek kami, dikombinasikan dengan komitmennya pada inovasi dan peluang komersial, menjadikannya mitra yang ideal saat kami memandang masa depan," ujar Stroll.

Dengan masuknya Johnson, Aston Martin semakin mengukuhkan diri sebagai tim dengan dukungan finansial kuat. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa F1 semakin menarik bagi investor global, terutama dari Amerika Serikat. Apakah kehadiran Johnson akan membawa dampak signifikan pada performa tim? Kita tunggu saja.