Kepala tim M-Sport akhirnya membuka suara mengenai rasa khawatir mendalam yang harus dihadapinya selama kurang lebih satu dekade terakhir dalam ajang reli dunia. Selama bertahun-tahun, tim asal Inggris tersebut harus berjuang mengoperasikan kendaraan Ford tanpa adanya dukungan penuh secara pabrikan langsung dari pihak produsen mobil asal Amerika Serikat tersebut. Keterlibatan penuh terakhir dari raksasa otomotif asal Detroit itu tercatat terjadi pada musim kompetisi 2012 silam, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali secara resmi ke panggung utama kejuaraan reli internasional.

Pengumuman kembalinya pabrikan asal Amerika Serikat ini tentu menjadi angin segar bagi masa depan kejuaraan reli dunia, terutama setelah kepastian bahwa mereka akan bekerja sama secara erat dengan skuad Inggris untuk membangun mobil reli baru pada musim 2029 mendatang. Dalam perannya yang kini semakin krusial, tokoh penting tim Wilson juga memegang tanggung jawab ganda sebagai wakil presiden FIA, selain tetap memimpin operasional perusahaannya di kancah motorsport global yang sangat kompetitif ini.

Berbicara langsung di Sardinia, ia mengungkapkan bagaimana beban pikiran yang selama ini menghantuinya setiap kali musim kompetisi baru akan segera dimulai. Kecemasan tersebut berpusat pada aspek kelangsungan finansial perusahaan yang dipimpinnya. Selama belasan tahun, ketidakpastian pendanaan kerap menjadi momok tersendiri di balik layar garasi tim yang bermarkas di Cumbria tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

"Untuk 14 tahun terakhir, saya selalu diliputi kecemasan pada hari penandatanganan hingga penutupan pendaftaran peserta, apakah kami benar-benar bisa membuat semuanya berjalan secara finansial sebagai sebuah perusahaan," ujar Wilson di Sardinia. Namun, beban berat tersebut kini perlahan sirna seiring dengan adanya kejelasan arah strategis jangka panjang bagi skuad yang dipimpinnya untuk beberapa tahun ke depan.

"Tetapi kelegaan besar bagi saya sekarang adalah kita memiliki arah yang sangat jelas untuk empat tahun ke depan. Oke, tekanan memang ada. Tapi sejujurnya, saya sama sekali tidak memiliki kekhawatiran," tambahnya menegaskan keyakinannya terhadap masa depan skuad yang memiliki sejarah panjang dalam meracik kendaraan kompetisi andal.

Baca Juga Kejutan WRC Kembali ke Amerika Serikat Setelah Tiga Dekade

Meskipun raksasa otomotif global tersebut kembali memberikan dukungan penuh beserta akses terhadap sumber daya mutakhir mereka, tanggung jawab operasional di lapangan tetap berada di tangan tim independen asal Inggris tersebut. Mulai dari proses perancangan, pengembangan teknis, hingga menjalankan program di lintasan reli dunia akan dipegang sepenuhnya oleh skuad yang telah lama menjadi ikon loyalitas terhadap merek berlogo oval biru tersebut.

"Tidak ada yang berubah dari sudut pandang itu. Kami akan bertanggung jawab atas segalanya mulai dari desain, pengembangan, hingga menjalankan program dari sudut pandang tersebut. Tidak ada yang akan berubah," tegasnya menjelaskan pembagian peran yang tetap konsisten seperti tahun-tahun sebelumnya di bawah komando kepemimpinannya.

Dengan fondasi sejarah yang kuat serta rekam jejak gemilang dalam melahirkan mobil-mobil pemenang di debut perdana mereka, masa depan kejuaraan reli dunia kini tampak semakin menjanjikan. Seluruh elemen pendukung mulai dari promotor baru hingga komitmen pabrikan diyakini mampu membawa ajang reli internasional kembali menuju puncak kejayaannya setelah melalui fase transisi dalam beberapa musim ke depan.