Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, dengan tegas menepis segala rumor dan spekulasi liar yang menyebutkan bahwa arah pengembangan motor MotoGP untuk musim 2026 sepenuhnya disetir dan dipengaruhi oleh kehendak Marc Marquez. Isu tersebut mencuat ke permukaan seiring dominasi performa sang juara dunia tujuh kali yang kini menjadi satu-satunya pembalap pabrikan Borgo Panigale di jajaran papan atas klasemen sementara usai gelaran Grand Prix Indonesia, menempel ketat persaingan gelar juara dunia.

Spekulasi ini semakin memanas akibat kesulitan adaptasi yang dialami oleh Pecco Bagnaia sejak kedatangan Marquez ke dalam garasi tim pabrikan. Banyak pihak luar menduga bahwa karakteristik sasis dan mesin Desmosedici sengaja dirancang secara spesifik demi mengakomodasi gaya balap agresif pembalap asal Spanyol tersebut. Namun, dalam wawancara eksklusif bersama Sky Italy, Tardozzi secara kategoris membantah seluruh narasi yang dianggapnya sebagai omong kosong belaka.

Menurut Tardozzi, situasi kompetitif di lintasan saat ini murni disebabkan oleh faktor teknis persaingan di mana para pebalap rival tampil sangat kompetitif. Ia menegaskan bahwa pabrikan asal Italia itu selalu mendengarkan masukan dari seluruh pembalapnya tanpa terkecuali, bukan hanya berpusat pada satu figur saja. Apa yang diklaim oleh sebagian pengamat luar sama sekali tidak mencerminkan proses teknis yang sebenarnya terjadi di balik tembok garasi tim pabrikan.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, Tardozzi menjelaskan bahwa para insinyur tetap memberikan keleluasaan teknis bagi setiap pebalap untuk memilih perangkat sesuai preferensi masing-masing. Bukti nyata dari kebebasan tersebut dapat dilihat dari perbedaan komponen aerodinamika, seperti penggunaan jenis fairing serta konfigurasi swingarm yang berbeda antara Bagnaia dan Marquez selama akhir pekan balapan berlangsung di berbagai seri musim ini.

Baca Juga Bezzecchi Tercepat di Practice Aragon, Kalahkan Duo Marquez

Petinggi skuad Borgo Panigale tersebut menegaskan kembali bahwa filosofi kerja mereka tidak pernah mendesain motor hanya untuk satu orang lalu memaksa pembalap lain menerimanya begitu saja. Setiap individu di dalam garasi memiliki ruang untuk menentukan arah pengembangan komponen mereka sendiri, termasuk masukan dari pembalap tim satelit yang turut memberikan kontribusi berharga bagi evolusi motor sepanjang musim kompetisi berjalan.