Pandeglang ,Nusantara Media  – Dalam upaya mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah pedesaan, Kopka Edi S. selaku Babinsa Koramil 0106/Menes, Kodim 0601/Pandeglang, melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat dalam proses pembangunan Jembatan Gantung di Desa Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui aparat kewilayahan dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam pembangunan sarana penghubung yang memiliki peranan penting bagi aktivitas sehari-hari warga setempat.

Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, aparat kewilayahan bersama warga terlibat langsung dalam sejumlah pekerjaan konstruksi yang krusial. Pekerjaan tersebut meliputi pengecoran pondasi bandul serta melangsir material bangunan yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran proses pengerjaan secara keseluruhan. Seluruh rangkaian pekerjaan dilaksanakan secara bergotong royong dengan mengedepankan kerja sama, semangat kebersamaan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi demi mendukung kemajuan pembangunan di wilayah tersebut.

img-ce4cc7d5.webp

Tim Peliput

- Advertisement -
Advertisement

Pengecoran pondasi bandul menjadi salah satu tahapan paling vital dalam proses konstruksi Jembatan Gantung ini. Pekerjaan tersebut memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi serta pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan teknis agar pondasi dapat menunjang kekuatan serta kestabilan struktur jembatan secara maksimal. Sementara itu, kegiatan melangsir material dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan ketersediaan bahan bangunan di titik pengerjaan, sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara lebih efektif, efisien, dan lancar tanpa hambatan berarti.

Kehadiran aparat teritorial di tengah-tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan tenaga dalam pelaksanaan fisik pembangunan, tetapi juga untuk mempererat hubungan silaturahmi serta memperkuat kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan gotong royong ini, aparat turut mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan serta kepedulian yang tinggi dari masyarakat terhadap pemeliharaan fasilitas umum yang nantinya akan memberikan manfaat besar bagi kepentingan bersama dalam jangka panjang.

Baca Juga Masuk Top 5 Kompolnas Awards 2026, Polda Kepri Pukau Tim Penilai Lewat Ekosistem Keamanan Ramah Investasi

Pembangunan sarana penghubung ini diharapkan mampu menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dirasakan oleh warga. Setelah selesai dibangun dan dapat digunakan sesuai peruntukannya, keberadaan jembatan tersebut diproyeksikan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, baik dalam mengakses fasilitas pendidikan bagi anak-anak, pelayanan kesehatan dasar, kegiatan perekonomian lokal, maupun berbagai keperluan sosial lainnya yang menunjang kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Selain memberikan dampak positif dari sisi pembangunan fisik dan infrastruktur, kegiatan gotong royong ini juga berfungsi sebagai sarana efektif untuk memelihara budaya kerja sama yang telah lama menjadi bagian dari akar kehidupan masyarakat Indonesia. Semangat saling membantu yang terjalin erat menunjukkan bahwa proses pembangunan pedesaan senantiasa membutuhkan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, mulai dari unsur aparat kewilayahan hingga masyarakat luas sebagai penerima manfaat utama dari fasilitas tersebut.

Komando Distrik Militer melalui jajaran komando rayon militer terus mendorong peran aktif para unsur pembina desa agar senantiasa proaktif menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan warga, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya. Sinergi yang terbangun kuat ini diharapkan dapat terus memperkuat kebersamaan dalam merumuskan dan menyelesaikan berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah binaan demi kemajuan bersama.