Pandeglang, Nusantara Media- Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2026 tingkat Kecamatan Cikeusik resmi diluncurkan pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di MTs Nurul Falah, Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk perlombaan qasidah tingkat desa yang menjadi sarana syiar Islam, pengembangan seni religi, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga di wilayah tersebut.

Ketua Penyelenggara Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Cikeusik, Abdul Hafid Yusup, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara peluncuran ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, para sponsor, dan donatur yang telah memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan. Puncak acara sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 22 Oktober 2026 di Lapangan Kecamatan Cikeusik dengan agenda utama meliputi istighosah, tabligh akbar, dan upacara kenegaraan.

img-f44d6353.webp

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum strategis untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kesatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Pertemuan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan demi mewujudkan masyarakat yang makmur serta menyongsong visi besar Indonesia Emas di masa depan melalui keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.

- Advertisement -
Advertisement

Dukungan nyata terhadap suksesnya acara ini juga ditunjukkan melalui kehadiran aparat pertahanan kewilayahan. Sertu Eri Piatna, yang hadir mewakili jajaran Koramil Cikeusik, turut serta dalam acara peluncuran tersebut untuk memastikan keamanan sekaligus memberikan dukungan moril kepada panitia penyelenggara dari kalangan pemuka agama dan pemuda setempat.

Baca Juga TMMD ke-129 Tuntaskan Pemasangan Toren Air Bersih di Pandeglang, Warga Pasirgadung Kini Lepas dari Krisis Air

img-87f67200.webp

Kehadiran unsur militer di tengah kegiatan keagamaan ini mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan yang mengedepankan nilai persaudaraan serta menjaga kerukunan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Pandeglang. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama serta Gerakan Pemuda Ansor yang menjadi motor penggerak utama dalam perhelatan akbar ini.

Sinergi yang terbangun antara TNI, ulama, tokoh agama, dan pemuda dinilai sebagai pilar krusial dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Semangat kebersamaan yang terjalin lewat peringatan Hari Santri Nasional ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi nyata berupa peningkatan toleransi, penguatan gotong royong, dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama warga.