Pabrikan Aprilia telah memberikan konfirmasi resmi terkait kondisi fisik pembalap andalan mereka, Jorge Martin, yang mengalami insiden kecelakaan kecepatan tinggi pada sesi Sprint Race MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island. Kecelakaan tersebut terjadi ketika sang juara bertahan terlibat dalam duel sengit memperebutkan posisi terdepan melawan rival utamanya dalam perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez, pada hari Sabtu.

Awalnya, pemeriksaan sinar-X di pusat medis sirkuit menunjukkan adanya dugaan dua patah tulang di sekitar pergelangan tangan kanan sang pembalap asal Spanyol tersebut, yakni pada bagian radius dan ulna. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan melalui pemindaian CT scan, tim medis memastikan bahwa cedera yang dialami tidak separah perkiraan awal dan hanya melibatkan satu titik keretakan saja.

Pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak Aprilia pada Minggu pagi menjelaskan hasil pemindaian secara lebih rinci kepada publik. Skuad asal Noale tersebut menegaskan bahwa keretakan tulang hasta yang sempat dicurigai sebelumnya terbukti tidak ada, dan tulang radius yang mengalami patah berada dalam kondisi non-geser atau posisi tulang tetap sejajar tanpa pergeseran ekstrem.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam keterangan tertulisnya, pihak tim menyatakan: “Jorge Martin menjalani pemindaian CT untuk menilai kondisinya setelah cedera kemarin. Satu-satunya cedera yang dikonfirmasi adalah fraktur non-geser pada radius distal. Konsekuensinya, sang pembalap tidak akan kembali ke Spanyol dan akan menjalani perawatan yang diperlukan selama beberapa hari ke depan di luar negeri.”

Baca Juga Scott Redding: Dukungan Dana Jadi Pembeda dengan Marquez

Keputusan sang pembalap untuk tetap tinggal dan tidak langsung pulang ke Spanyol memunculkan spekulasi positif bahwa ia belum sepenuhnya mengubur peluang untuk bisa kembali turun ke lintasan balap pada seri berikutnya di Sirkuit Sepang, Malaysia, akhir pekan depan. Meskipun dipastikan absen pada balapan utama Grand Prix Australia hari Minggu ini, langkah perawatan intensif di lokasi netral menunjukkan tekad kuat sang pebalap untuk segera pulih.

Insiden nahas pada sesi Sprint hari Sabtu tersebut harus dibayar mahal oleh sang juara dunia 2024, di mana ia kehilangan keunggulan dua poin di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia. Kemenangan yang diraih oleh pembalap rival utama mereka membuat posisi puncak klasemen kini bergeser dengan selisih keunggulan sepuluh poin, memberikan tekanan besar menjelang sisa empat seri terakhir musim balap tahun ini.