Akhir pekan balapan Formula 1 di Circuit of the Americas menyajikan drama tingkat tinggi, di mana Andrea Kimi Antonelli sukses mengukuhkan dominasinya lewat kemenangan kesembilan musim ini. Pembalap muda asal Italia tersebut hampir mengunci gelar juara dunia setelah tampil brilian meredam tekanan hebat dari para rival utamanya sepanjang 56 putaran penuh.
Memulai balapan dari posisi terdepan, pembalap Mercedes ini mampu mengonversi pole position menjadi kemenangan krusial. Strategi satu kali pit stop yang dipilih terbukti sangat efektif, terutama ketika para pesaing mulai kewalahan menghadapi degradasi ban di tengah padatnya lalu lintas balapan. Kendati demikian, penampilan gemilangnya sempat diwarnai sedikit insiden menegangkan berupa kunci roda terkunci masif di fase akhir lomba.
Di sisi lain, nasib kurang beruntung harus dialami oleh rekan setimnya. Perlombaan di Austin seolah menjadi cerminan sempurna dari pasang surut musim kompetisi tahun ini bagi George Russell. Memulai dari posisi keenam, ia langsung terlibat insiden senggolan pada lap pembuka yang berbuah penalti lima detik, membuat hari Minggu-nya berjalan jauh dari harapan dan harus puas finis di posisi kedelapan.
Sementara itu, pertarungan sengit di barisan depan turut diramaikan oleh aksi impresif dari kubu Ferrari. Memulai balapan dari baris kedua, Charles Leclerc langsung menggebrak sejak awal lewat manuver berani di tikungan cepat sirkuit. Keputusan strategis tim Kuda Jingkrak untuk menerapkan skema dua kali pit stop memberikan keuntungan kompon ban yang optimal, mengantarkannya finis di podium kedua di belakang sang pemenang.
Baca Juga Lando Norris Bebas dari Sanksi Internal McLaren Usai Insiden GP SingapuraHasil berbeda dirasakan oleh pembalap senior Scuderia Ferrari lainnya. Perjuangan berat harus dilalui Lewis Hamilton yang mengeluhkan keseimbangan mobil pada stint awal balapan akibat gejala understeer. Juara dunia tujuh kali itu baru merasa nyaman dengan kendaraannya pada paruh akhir lomba menggunakan ban kompon keras, namun jarak yang terlalu jauh membuatnya gagal mengejar ketertinggalan untuk perebutan podium.
Menutup barisan terdepan, akhir pekan yang tidak mudah juga harus dihadapi oleh Max Verstappen di Austin. Memulai lomba dengan menggunakan kompon ban yang lebih lunak dibandingkan peraih pole position, sang juara bertahan harus berjuang keras mengamankan posisi finis ketiga di tengah strategi ban yang menantang dari para pesaing terdekatnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!