Lampung, Nusantara Media – Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan 5 Juli 2026, pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, gunung api tersebut saat ini masih berada pada Level III (Siaga).
Berdasarkan pengamatan visual yang dilakukan oleh tim di Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, kondisi gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis pada tingkat 0-III.
Asap dari kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 10 hingga 50 meter di atas puncak kawah.Salah satu tanda aktivitas vulkanik yang menonjol pada periode pengamatan ini adalah teramatinya sinar api di pusat kawah pada malam hari.
Selain itu, secara seismik, terekam adanya Tremor Menerus (microtremor) dengan amplitudo berkisar antara 1 hingga 6 mm, dengan dominasi amplitudo di angka 1 mm.
Kondisi meteorologi di sekitar lokasi dilaporkan berawan dengan suhu udara berkisar 28,2 hingga 29 °C dan kelembapan mencapai 81 persen, sementara kondisi ombak laut terpantau tenang.
Mengingat statusnya yang masih berada di Level III (Siaga), PVMBG memberikan rekomendasi tegas kepada masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Peningkatan aktivitas ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat pesisir maupun pihak terkait. Sinar api dan tremor menerus menjadi indikator bahwa dapur magma masih aktif dan potensi erupsi masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan memantau informasi resmi dari instansi terkait, yakni KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.
Penyusunan laporan ini dilakukan oleh pengamat gunung api, Anggi Nuryo Saputro, A.Md., sebagai bentuk transparansi data kepada publik. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Untuk mendapatkan pembaruan data yang akurat dan real-time, masyarakat dapat mengakses portal resmi MAGMA Indonesia atau mengikuti kanal media sosial resmi PVMBG.Dengan status Siaga, kewaspadaan kolektif sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko dampak aktivitas vulkanik di Selat Sunda.
Pastikan selalu mematuhi zona larangan yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!