Pedro Acosta harus menerima kenyataan pahit setelah crash dari posisi memimpin di sprint MotoGP Austria. Pembalap KTM itu mengakui kesalahannya sendiri dengan bahasa blak-blakan, menyebut dirinya "f***ed up" saat insiden terjadi.
Insiden bermula ketika Acosta melakukan start apik dari posisi ketiga. Ia sempat turun ke urutan keempat di Tikungan 1, tetapi dengan cepat merebut kembali posisi terdepan dari Marc Marquez di Tikungan 3 pada putaran pertama. Sejak itu, ia melesat menjauh dan sempat unggul lebih dari dua detik.
Namun, petaka datang tiga putaran sebelum finis. Saat melintasi chicane Tikungan 2, Acosta kehilangan kendali dan terjatuh. Ia mengaku sedang melihat dasbor untuk memeriksa sisa putaran dan kondisi bahan bakar. "Saya sedang mengecek putaran yang tersisa di dasbor, untuk melihat bagaimana kondisi bahan bakar dan... ya, saya mengacaukannya," ujarnya kepada media di Red Bull Ring.
Acosta menjelaskan bahwa ia kehilangan titik pengereman karena terlalu fokus pada dasbor. "Tiga putaran tersisa, unggul tiga detik, dan itu juga momen saya sedikit mengurangi kecepatan untuk tidak mengambil risiko. Dan juga momen saya kehilangan fokus. Besok, jika berada di posisi yang sama, saya pasti tidak akan mengurangi kecepatan," tambahnya.
Pembalap muda itu juga menegaskan tidak punya waktu untuk menghindari crash dengan memotong chicane. "Tidak, saya terlalu cepat sehingga akan sulit untuk memotong tikungan. Saya tidak tahu, kesalahan saya tidak sebesar itu untuk kecepatan yang saya bawa. Ya, itu kekacauan dari pihak saya. Syukurlah, besok kami punya kesempatan lain," jelasnya.
Baca Juga Marini Ungkap Perbedaan Ban yang Bikin Honda Tertinggal di MotoGPMeski kecewa, Acosta menegaskan tidak akan mengubah pendekatannya untuk balapan utama hari Minggu. Ia akan kembali start dari posisi ketiga. "Nol. Saya tidak punya apa-apa untuk hilang. Dan ini momen di mana saya menunjukkan kecepatan lebih dengan hasil yang lebih konsisten. Untuk itu, besok pendekatannya sama," tegasnya.
Acosta juga menyadari bahwa balapan utama di Austria bisa berbeda jauh dari sprint. "Pada akhirnya, Austria adalah tempat di mana segalanya bisa berubah banyak dari sprint ke balapan utama. Manajemen ban dan konsumsi bahan bakar akan memainkan peran besar. Kita lihat saja," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!