Setelah jeda terlama musim ini, MotoGP kembali bergulir akhir pekan ini di Sirkuit MotorLand Aragon untuk seri ke-13 dari 22 balapan. Ini menandai dimulainya fase terpadat kalender, dengan 10 seri tersisa dalam 14 pekan ke depan. Tekanan pun merambat ke setiap sesi; satu kesalahan atau cedera bisa mengubah peta gelar juara secara drastis.

Persaingan puncak masih memanas antara Aprilia dan Ducati, yang saling jual beli serangan sepanjang musim. Ini menjadi pertarungan multi-pabrikan paling sengit dalam ingatan baru-baru ini. Menjelang seri ke-13, Aprilia tampak sedikit lebih unggul, tapi semua bisa berubah di sirkuit yang justru sangat cocok untuk lawan terbesarnya. Berikut lima hal yang patut disorot di Grand Prix Aragon.

Kebangkitan Marc Marquez

Marc Marquez punya catatan manis di Aragon. Sejak debut 2013, ia mengoleksi tujuh kemenangan kelas utama di MotorLand dan tak terkalahkan di sana sejak pindah ke Ducati pada 2024. Banyak yang memprediksi kemenangan kedelapan, tapi kali ini mungkin tak semudah dulu. Aprilia jauh lebih kuat ketimbang saat Sachsenring dua seri lalu, dan Marquez baru melewati akhir pekan buruk di Silverstone. Ia tampak kecewa setelah gagal bersaing dengan rekan-rekan Ducati, bahkan tertinggal jauh dari Aprilia yang dominan. Meski finis ketujuh, yang mengkhawatirkan adalah ia kesulitan di area yang biasanya jadi kekuatannya di Silverstone. Namun satu balapan tak menentukan gelar; Assen sudah membuktikan Marquez bisa kesulitan di sirkuit tertentu. Yang penting adalah performanya di sirkuit favorit, dan Aragon bisa menjadi momentum memangkas jarak poin di depan.

- Advertisement -
Advertisement

Mampukah Aprilia Pertahankan Performa?

Grand Prix Inggris menjadi salah satu akhir pekan paling sempurna bagi Aprilia musim ini. Hampir semuanya berjalan sesuai rencana; di semua sesi penting (kualifikasi, sprint, dan balapan utama), para pembalapnya mengunci posisi tiga besar. Ducati hanya bisa berebut sisa. Jika bukan karena kesalahan langka dari Ai Ogura (Trackhouse), Silverstone bisa menjadi akhir pekan yang sempurna. Pertanyaannya, bisakah mereka mempertahankan performa ini? Aragon memiliki karakter trek yang berbeda, dengan tikungan panjang dan perubahan elevasi. Jika Aprilia bisa kembali kompetitif, itu sinyal bahaya bagi Ducati. Tapi jika tidak, keunggulan mereka bisa luntur dalam sekejap.

Baca Juga Zarco dan Marquez Berjaya di Podium MotoGP 2025

Selain itu, faktor ban dan strategi akan krusial. Suhu trek di Aragon seringkali tinggi, dan manajemen ban belakang akan menjadi kunci. Tim yang bisa membaca kondisi dengan cepat akan diuntungkan. Kita lihat apakah Aprilia punya solusi untuk mempertahankan momentum mereka.