PANDEGLANG ,Nusantara Media — Kawasan pesisir Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini semakin memperkuat ketahanan wilayahnya terhadap ancaman bencana alam.
Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI) berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang secara resmi menggelar kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang dipusatkan di Resort Tanjung Lesung, Panimbang, pada Selasa (06/10/2026).
Acara krusial ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) Panimbang. Tampak hadir Camat Panimbang (Supratman, S.Pd), Kapolsek Panimbang (AKP Ugum Taryana, S.H),
Danramil Panimbang (Sutiyoso), serta Korwil DISDIKPORA, perwakilan kepala desa, dan instansi pendidikan setempat.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga pesisir.
Mengingat posisi geografis Panimbang yang masuk dalam kawasan berisiko tinggi terhadap bencana tsunami dan erupsi Gunung Anak Krakatau, edukasi langsung kepada masyarakat menjadi langkah preventif yang sangat esensial.
Rangkaian acara dibagi ke dalam tiga sesi materi utama:
• Pemaparan Program Desa: Membahas peran aktif desa dalam mendukung mitigasi bencana secara mandiri.
• Edukasi Ekologi YPUI: Pemaparan mendalam mengenai "Fungsi Mangrove dalam Mitigasi Bencana untuk Area Pesisir" oleh YPUI.
Baca Juga HMI Melaporkan Anggota DPRD Pandeglang Dugaan Kekerasan• Simulasi dan Teori BPBD: Sesi teknis mitigasi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, gempa bumi, dan tsunami yang disampaikan langsung oleh BPBD Kabupaten Pandeglang.
Project Coordinator YPUI, Elisabeth Openg (akrab disapa Mba Echa), dalam pemaparannya menegaskan bahwa hutan mangrove memegang peranan krusial sebagai sabuk hijau pelindung kawasan pesisir.
"Mangrove dapat membantu mengurangi energi gelombang, meredam dampak gelombang ekstrem dalam kondisi tertentu, menahan sedimen, mengurangi dampak intrusi air laut ke area pemukiman dan pertanian, serta membantu menyerap karbon dan mengurangi abrasi pantai.
Akar dan vegetasinya juga menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut," ujar Mba Echa.
Ia menambahkan bahwa perlindungan pesisir tidak bisa berjalan sendiri tanpa integrasi yang baik antara pelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Melalui rehabilitasi mangrove yang digalakkan, YPUI ingin mendorong warga untuk tidak sekadar menanam pohon, melainkan menjaga ekosistem pesisir sebagai investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kehidupan generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, seluruh lapisan masyarakat Panimbang—mulai dari aparat pemerintah, tenaga pendidik, siswa, hingga kelompok perempuan—diharapkan memiliki kesadaran kolektif yang tinggi guna meminimalisasi risiko korban jiwa saat bencana terjadi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!