Jacques Villeneuve, juara dunia Formula 1 1997, menilai bahwa kritik dan sorotan media adalah "harga yang harus dibayar" bagi siapa pun yang menjabat sebagai principal tim Ferrari. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi panas mengenai masa depan Fred Vasseur di kursi kepemimpinan Scuderia.

Desas-desus tentang posisi Vasseur semakin membara setelah muncul rumor yang mengaitkan mantan bos Red Bull, Christian Horner, dengan peran manajemen di tim Italia tersebut. Ferrari berusaha keras meredam gejolak dengan secara terbuka mendukung Vasseur dalam sesi jumpa pers jelang Grand Prix Bahrain di Malaysia. Dukungan juga datang dari para pembalap, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, yang dengan tegas membela sang principal.

Villeneuve, yang dikenal blak-blakan, angkat bicara dalam liputan Sky Sports F1 saat sesi latihan bebas Jumat di Sepang. "Principal tim tidak pernah menjadi kambing hitam; dia adalah puncak organisasi. Ketika segalanya berjalan baik, dia tampil hebat. Ketika segalanya memburuk, dialah yang menerima pukulan," ujarnya.

- Advertisement -
Advertisement

Menurutnya, tekanan semacam itu sudah menjadi konsekuensi tak terhindarkan bagi siapa pun yang bergabung dengan Ferrari. "Itu normal, dan siapa pun yang pergi ke Ferrari, bukan hanya principal tim, tahu bahwa itulah harga yang harus dibayar. Ada beban berat: 'Kamu luar biasa saat tampil baik, tapi dua atau tiga balapan buruk, dan seluruh dunia menentangmu,' setidaknya di media," tambahnya.

Villeneuve juga menyoroti masalah struktural yang menurutnya menghambat Ferrari dalam upaya mengakhiri penantian gelar juara dunia yang hampir dua dekade. "Jika Anda melihat tim lain seperti Mercedes dan Toto Wolff, dia membuat semua keputusan. Tidak ada yang di atasnya. Dan dia juga pemilik tim seperti zaman dulu," jelasnya. "Anda tidak memiliki itu di Ferrari. Vasseur tidak memiliki kendali penuh atas apa yang terjadi atau pengambilan keputusan."

Baca Juga Russell Anggap Peluang Juara F1 2026 Nyaris Sirna

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan secara komite tidak akan pernah berhasil di F1. "Komite tidak bekerja. Terlalu lambat," tegasnya. "Di F1, Anda harus reaktif, harus cepat."

Ketika ditanya apakah Vasseur layak mendapat lebih banyak waktu, Villeneuve menjawab ragu. "Saya tidak tahu. Apakah yang lain layak mendapat lebih banyak waktu? Dia sudah mendapat lebih banyak waktu daripada yang lain. Saya pikir perbedaan besar sekarang adalah dia dilindungi oleh para pembalap, dan itu hal yang baik," pungkasnya.

Dengan tekanan yang terus meningkat, masa depan Vasseur di Ferrari masih menjadi tanda tanya besar. Namun, dukungan dari Hamilton dan Leclerc setidaknya memberikan ruang bernapas bagi pria Prancis itu untuk sementara waktu.