Pembalap sensasional Toprak Razgatlioglu harus menghadapi ujian berat dalam perjalanan kariernya di kelas utama setelah mengalami cedera bahu yang cukup serius. Bintang asal Turki tersebut dijadwalkan untuk segera menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) setibanya di tanah airnya guna mengetahui tingkat keparahan cedera dislokasi bahu kanan yang ia alami dalam insiden akhir pekan lalu.

Masalah fisik ini bermula dari insiden kecelakaan hebat jenis highside yang terjadi pada sesi latihan bebas Sabtu pagi di Sirkuit Mandalika. Meskipun mengalami benturan keras dan cedera pada bahunya, ketangguhan mental Razgatlioglu terlihat ketika ia tetap memaksakan diri untuk turun ke lintasan pada sesi kualifikasi dan menyelesaikan balapan Sprint di posisi ke-19 demi mengumpulkan data penting bagi timnya.

Namun, kondisi fisik sang debutan memburuk secara signifikan ketika ia bangun pada hari Minggu menjelang balapan utama Grand Prix Indonesia. Rasa sakit yang teramat sangat serta penurunan kekuatan otot yang drastis memaksa juara dunia Superbike tersebut mengambil keputusan sulit untuk menghentikan balapan dan memarkir motor Pramac Yamaha miliknya pada lap kesembilan dari total 27 lap yang dijadwalkan.

- Advertisement -
Advertisement

Dilansir dari Crash.net, Razgatlioglu memberikan penjelasan mengenai kondisi fisiknya yang semakin mengkhawatirkan seiring berjalannya waktu di atas motor. "Besok, saya akan kembali ke Turki dan melakukan MRI secepat mungkin untuk memahami kondisi bahu saya," ujar Razgatlioglu mengungkapkan langkah medis selanjutnya yang harus ia tempuh demi masa depan musim balapnya tahun ini.

Lebih lanjut, pembalap bernomor khas tersebut menambahkan bahwa ia sangat berharap proses pemulihan tidak memerlukan tindakan operasi yang invasif. "Saya berharap saya tidak membutuhkan operasi dan beberapa waktu istirahat saja sudah cukup untuk pulih menghadapi balapan berikutnya. Kami akan melihat apa kata para dokter, tetapi saya berharap bisa kembali lebih kuat akhir pekan depan," tambahnya dengan nada penuh optimisme.

Baca Juga Ogura Akui Salah Dengar Saran Dokter, Comeback MotoGP Tertunda

Meskipun sempat mendapatkan suntikan pereda nyeri dari tim medis, Razgatlioglu menegaskan bahwa rasa sakit bukanlah kendala utama yang ia hadapi di atas motor. Masalah terbesar yang merusak performanya adalah hilangnya tenaga secara total pada lengan kanan setelah mengalami dislokasi sendi, yang membuat setiap pergantian arah motor menjadi siksaan tersendiri di tikungan-tikungan cepat Mandalika.

Akhir pekan di Mandalika sendiri meninggalkan rasa kecewa yang mendalam bagi sang pembalap, mengingat sesi latihan hari Jumat sempat menunjukkan progres yang sangat positif dan menjanjikan. Kini, waktu sekitar dua pekan menjadi masa krusial bagi Razgatlioglu untuk memulihkan kondisi fisiknya sebelum seri balapan berikutnya digelar di sirkuit ikonik Phillip Island pada tanggal 23 hingga 25 Oktober mendatang.