Akhir pekan balap Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika sama sekali tidak berjalan sesuai rencana bagi Fermin Aldeguer. Pembalap muda asal Spanyol tersebut harus menelan pil pahit setelah rangkaian insiden kecelakaan beruntun memaksa dirinya mengakhiri pekan balapan lebih cepat dan harus pulang dengan meja operasi menantinya di tanah air. Masalah bagi sang pembalap sudah mulai terlihat sejak sesi latihan bebas hari pertama, di mana ia kehilangan kendali dan tergelincir keluar lintasan sebanyak dua kali, baik pada sesi pagi maupun saat sesi latihan krusial yang membuatnya gagal mengamankan tiket otomatis langsung ke sesi Q2.
Meskipun demikian, kebangkitan sempat diperlihatkan oleh pembalap bernomor start 54 tersebut pada hari Sabtu. Tampil dengan determinasi tinggi, ia berhasil mencatatkan waktu tercepat di sesi Q1 dan melanjutkan performa impresifnya di sesi Q2 untuk mengamankan posisi start keenam di grid terdepan kelas utama. Namun, momentum positif tersebut gagal dikonversi menjadi hasil maksimal pada balapan Sprint. Memulai dari barisan tengah, ia hanya mampu finis di posisi ketujuh, tepat di belakang rekan setimnya di Gresini Racing, Alex Marquez, serta tertinggal dari rival utamanya, Pedro Acosta.
Puncak bencana bagi sang pembalap terjadi pada balapan utama hari Minggu. Melakukan start yang luar biasa impresif, ia langsung melesat dan merebut posisi keempat selepas merampungkan lap pertama. Publik dan tim tentu berharap pembalap berusia 22 tahun itu mampu mengulang kisah suksesnya musim lalu di lintasan yang sama. Sialnya, alih-alih merangsek ke barisan depan untuk memperebutkan podium, sebuah insiden di Tikungan 16 mengakhiri perjuangannya secara prematur pada lap kedua. Itu merupakan kecelakaan ketiganya sepanjang akhir pekan ini dan menjadi insiden jatuh yang kesebelas kalinya sepanjang musim kompetisi 2026.
Konfirmasi resmi dari tim langsung disampaikan tidak lama setelah insiden tersebut. Akibat benturan dari kecelakaan yang tampak tidak terlalu parah di Tikungan 16 tersebut, Fermin Aldeguer justru mengalami patah tulang pada tangan kanannya. Keputusan langsung diambil untuk menerbangkannya kembali ke Spanyol guna menjalani prosedur pembedahan darurat. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi sang pembalap yang sebelumnya juga sempat absen cukup lama akibat cedera patah tulang belakang usai seri di Assen. Hingga kini, manajemen tim pimpinan Nadia Padovani belum dapat memastikan apakah pebalap andalan mereka tersebut sudah pulih untuk tampil pada seri berikutnya di Australia.
Baca Juga Alex Marquez Rebut Rekor Lap di FP2 MotoGP Jepang 2026Dampak dari rentetan hasil buruk ini juga sangat terasa pada posisi klasemen sementara kejuaraan dunia. Posisi sepuluh besar yang selama ini ia tempati kini berada di dalam ancaman nyata. Pembalap asal tim KTM Tech3, Enea Bastianini, yang sukses finis di posisi kesepuluh pada balapan Mandalika, kini hanya terpaut tiga angka saja dari perolehan poinnya. Sementara itu, kubu Gresini sedikit bisa bernapas lega berkat penampilan konsisten Alex Marquez yang berhasil membawa pulang motornya tanpa cela dan finis di posisi ketujuh secara aman.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!