Lance Stroll melontarkan penilaian tajam terhadap performa mesin Honda di Formula 1, mengklaim Aston Martin kehilangan hingga dua detik per lap murni dari sektor power unit. Pernyataan ini muncul meski Honda diam-diam memperkenalkan upgrade mesin kedua musim ini pada Grand Prix Spanyol, yang diterima Stroll, sementara Fernando Alonso mendapat pembaruan serupa di Grand Prix Azerbaijan.

Upgrade ADUO 2 Tak Berdampak Signifikan

Honda sebenarnya telah memanfaatkan token Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO) kedua untuk menyematkan turbocharger yang diperbarui. Namun, menurut Stroll, peningkatan tersebut tidak banyak mengubah daya saing Aston Martin. "Tidak banyak. Kami benar-benar kesulitan di sisi mesin. Kami tahu itu, jadi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujarnya menjelang Grand Prix Bahrain di Malaysia.

Stroll bahkan menyebut defisit performa ini sebagai kelemahan utama tim, terutama di sirkuit yang menuntut tenaga mesin seperti Baku dan Monza. "Kami kehilangan dua detik di mesin, jadi ini sulit. Di tempat seperti Baku dan Monza, ketika Anda kehilangan dua detik di mesin, tidak banyak yang bisa dilakukan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa kekurangan ini konsisten terjadi antara satu hingga dua detik tergantung karakter trek.

- Advertisement -
Advertisement

Pekerjaan Rumah di Sisi Sasis

Meski mesin menjadi sorotan, Stroll mengakui bahwa Aston Martin juga tertinggal dalam pengembangan sasis untuk regulasi baru. Tim memulai pengembangan lebih lambat dibanding kompetitor, namun ia melihat kemajuan signifikan setelah upgrade besar di Budapest. "Di sisi mobil, kami tahu kami memulai terlambat dibanding yang lain. Kami membuat langkah besar di Budapest. Saya pikir kami memiliki arah yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dengan pengembangan mobil," jelasnya.

Dengan tetap dipercaya mendampingi Alonso hingga 2027, Stroll optimistis masa depan tim cerah. "Saya pikir mobil akan menjadi jauh lebih baik. Kami punya rencana, arah yang bagus. Kami tahu apa yang harus dilakukan untuk menambah downforce dan sebagainya," ucapnya. Namun, ia menyoroti mesin sebagai tanda tanya besar menjelang musim 2027. "Pertanyaan besarnya adalah mesin. Kami tidak tahu bagaimana kami akan berada di awal '27, jadi kita lihat saja nanti."

Baca Juga Antonelli Hindari Ferrari, Chandhok: Keputusan Terbaik Sang Ayah

Komitmen Honda dan Spekulasi Masa Depan

Ketika ditanya apakah Aston Martin akan mempertimbangkan pindah dari Honda jika masalah berlanjut, Stroll menegaskan bahwa saat ini kedua belah pihak fokus bekerja sama. "Yah, saat ini kami bekerja sama untuk membenahinya. Kami punya beberapa ide untuk tahun depan, jadi semoga kami berada di posisi yang jauh lebih baik," katanya. Honda, menurut Stroll, sedang berusaha maksimal untuk meningkatkan tenaga.

Hubungan Aston Martin dengan Honda dimulai setelah tim memutus kontrak pasokan mesin dengan Mercedes dan menjadi tim pabrikan Honda eksklusif untuk 2026. Meski hasil saat ini jauh dari harapan, Stroll menegaskan bahwa tim berada di jalur yang benar. "Honda mendorong habis-habisan, melakukan segala yang mereka bisa untuk membawa lebih banyak tenaga. Waktu yang akan menjawab. Ini hanya tanda tanya. Kami akan lihat balapan pertama tahun depan. Tapi saya pikir masa depan sangat cerah. Tim berada di posisi yang bagus," pungkasnya.