Kembalinya Formula 1 ke Malaysia setelah sembilan tahun absen langsung menyajikan kejutan tak terduga. Bukan hujan tropis yang biasanya mengganggu, melainkan permukaan aspal Sirkuit Sepang yang sangat abrasif dan mulai terkelupas selama sesi latihan bebas. Formula 1 pun dihadapkan pada tantangan tak biasa yang membuat para insinyur harus bekerja ekstra keras.
Pirelli, pemasok ban tunggal F1, mengungkapkan bahwa catatan waktu satu lap pada Jumat kemarin meleset hingga 4,5 detik dari simulasi kualifikasi mereka. Simone Berra, chief engineer Pirelli, menjelaskan bahwa kondisi aspal yang kasar dan grip rendah menjadi penyebab utama. "Kondisinya tidak bagus, aspal terkelupas dan ada batu-batu kecil muncul. FIA sampai harus menyapu lintasan beberapa kali," ujarnya.
Para pembalap pun mengeluhkan betapa sulitnya mengendalikan mobil di lintasan yang licin dan kotor. Charles Leclerc, yang mencatat waktu tercepat di FP2, menyebut hari itu sebagai salah satu yang tersulit. "Lintasan sangat kotor dan licin. Saya yakin kondisi akan berubah drastis besok," kata pembalap Ferrari tersebut.
Meski demikian, Berra menegaskan bahwa situasi ini tidak membahayakan keselamatan pembalap. Tidak ada risiko kebocoran ban, hanya grip yang sangat rendah. Namun, degradasi aspal diperkirakan akan semakin parah selama balapan karena suhu tinggi dan banyaknya mobil yang melintas. "Ini bisa lebih buruk saat balapan, tapi masih bisa dikelola," tambahnya.
Baca Juga Verstappen Ucapkan Perpisahan untuk GP Belanda yang Berakhir Lebih AwalSepang memang dikenal sebagai sirkuit dengan tingkat keausan tinggi, mirip dengan Sirkuit Sakhir di Bahrain yang biasanya menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain. Karena itu, balapan akhir pekan ini diprediksi akan menghadirkan strategi yang menarik. Perbedaan performa antara satu lap dan jarak balapan penuh bisa sangat signifikan, memaksa tim untuk cermat dalam memilih strategi ban.
Dengan kondisi lintasan yang terus berubah, para tim harus cepat beradaptasi. Data dari simulasi Pirelli yang meleset jauh menjadi alarm bahwa tidak ada referensi pasti setelah sepuluh tahun absen. Kini, fokus beralih ke sesi kualifikasi dan balapan, di mana kejutan masih mungkin terjadi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!