Sebuah insiden mengejutkan terjadi di penghujung sesi sprint race ketika dua rekan setim di tim McLaren, yakni Oscar Piastri dan Lando Norris, terlibat senggolan dan berputar secara bersamaan di tikungan krusial. Suasana di ruang pers langsung mendadak riuh menyaksikan detik-detik menegangkan tersebut. Sesi pendek yang seharusnya menjadi lumbung poin aman bagi skuad kepemimpinan pabrikan asal Woking ini mendadak berubah menjadi drama internal yang pelik akibat manuver agresif di lap pemungkas.

Kericuhan bermula ketika Lando Norris berambisi merebut posisi keempat dari rekan setimnya sendiri. Pembalap asal Inggris tersebut mencoba masuk melalui celah yang dinilai terlalu optimis. Akibat manuver tersebut, Oscar Piastri harus rela balapannya berakhir lebih cepat di area gravel, sementara sang juara dunia masih mampu melanjutkan sisa perlumbaan meski hanya sanggup mengamankan tambahan satu poin krusial demi menjaga asa di klasemen kejuaraan dunia Formula 1 musim ini.

Pihak pengawas balapan atau steward langsung menginvestigasi insiden senggolan tersebut secara mendalam. Kendati demikian, tidak ada sanksi resmi yang dijatuhkan karena tidak ditemukan pihak yang memikul kesalahan tunggal atas insiden di lap terakhir itu. Keputusan tanpa penalti ini langsung memancing beragam reaksi keras dari berbagai pengamat senior dunia balap jet darat, termasuk para mantan pembalap yang kini berkecimpung sebagai pandit televisi profesional.

- Advertisement -
Advertisement

Salah satu kritik paling tajam dilontarkan oleh mantan pembalap Grand Prix yang kini menjadi kolumnis serta pengamat kanal televisi Sky Sports F1, Martin Brundle. Menurutnya, manajemen tim pimpinan Andrea Stella pasti merasakan kekecewaan mendalam atas insiden konyol tersebut karena tidak memberikan keuntungan apapun secara perolehan poin konstruktor secara keseluruhan bagi skuad mereka di lintasan balap.

Martin Brundle menilai bahwa tindakan yang diambil oleh sang juara dunia sama sekali tidak mencerminkan keputusan cerdas di atas lintasan. Pertarungan memperebutkan posisi keempat dan kelima antar rekan setim di pengujung balapan sprint dinilai membawa risiko kerugian yang jauh lebih besar ketimbang benefit minor dari selisih satu angka yang diperebutkan secara agresif tersebut.

Baca Juga Kimi Antonelli di Monza: Start Paling Belakang, Misi Sulit ke Podium

Menanggapi kritik bertubi-tubi dan teguran internal, Lando Norris sempat menunjukkan sikap defensif sesaat setelah bendera finis dikibarkan. Melalui sambungan radio tim, ia sempat berujar, Maaf, saya tentu tidak bermaksud demikian, namun saya merasa sudah berada sejajar di sampingnya dan kehabisan ruang gerak di tikungan itu. Meski demikian, atmosfer berubah setelah ia melakukan evaluasi menyeluruh.

Setelah perundingan tertutup bersama jajaran petinggi tim serta rekan senegaranya asal Australia, sang pembalap akhirnya melunak dan mengakui kesalahannya di hadapan media Italia. Kami telah membicarakan hal ini sebagai satu kesatuan tim yang utuh, dan saya telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung tanpa perlu memperpanjang spekulasi publik, ujar sang pembalap.