Kegagalan dramatis yang merenggut kemenangan di ajang balap ketahanan bergengsi Bathurst 1000 akhirnya menemui titik terang setelah investigasi internal selesai dilakukan. Pemilik tim Charlie Schwerkolt secara tegas menyatakan bahwa insiden kehabisan bahan bakar pada lap terakhir yang menimpa mobil Anton De Pasquale murni disebabkan oleh gangguan teknis pada perangkat lunak strategi bahan bakar, bukan karena kelalaian individu.
Pada lap pamungkas balapan tersebut, Anton De Pasquale yang berduet dengan Lee Holdsworth terpaksa harus merelakan kemenangan di depan mata setelah Chevrolet Camaro nomor 18 kehabisan bahan bakar di tengah lintasan. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh rival mereka, di mana Brodie Kostecki dari Dick Johnson Racing bersama Todd Hazelwood sukses mengambil alih pimpinan lomba dan merebut garis finis terdepan secara dramatis.
Menanggapi tekanan publik yang masif serta pertanyaan seputar pertanggungjawaban atas kegagalan fatal tersebut, Charlie Schwerkolt menegaskan bahwa tidak akan ada pemecatan staf di dalam garasi tim. "Tim 18 telah menyelesaikan investigasi menyeluruh terhadap penghentian lap terakhir dari mobil nomor 18 DeWalt Racing Chevrolet Camaro saat memimpin Bathurst 1000," ujar Charlie Schwerkolt dalam pernyataan resminya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa investigasi mendalam tersebut berhasil mengidentifikasi akar permasalahan yang terletak pada sistem digital tim. "Investigasi mengidentifikasi masalah dalam perangkat lunak strategi bahan bakar tim, yang mengakibatkan pengisian bahan bakar terakhir kurang dari jumlah yang diperlukan untuk menyelesaikan balapan. Masalah tersebut telah diselesaikan," imbuhnya.
Sebelum insiden memilukan ini terjadi, kepala tim Adrian Burgess sempat mengungkapkan keyakinan penuh bahwa mobil bernomor 18 tersebut mampu melaju hingga menyentuh bendera finis tanpa hambatan berarti. Namun, alarm bahaya mulai berbunyi ketika konsumsi bahan bakar menunjukkan indikasi darurat menjelang detik-detik akhir lomba yang melelahkan di Mount Panorama.
Meskipun kejadian serupa pernah memicu perombakan besar di dalam struktur tim pada musim 2023 lalu ketika kedua mobil mengalami masalah kehabisan bahan bakar, manajemen memilih pendekatan kolektif kali ini. Charlie Schwerkolt menekankan bahwa seluruh pencapaian maupun kegagalan adalah tanggung jawab bersama seluruh anggota skuad yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Baca Juga Motorworld Hockenheimring Resmi Dibangun Jadi Pusat Mobilitas Baru"Ini adalah tanggung jawab tim. Tidak ada individu tunggal yang harus disalahkan, dan tidak ada seorang pun yang dibebastugaskan dari posisinya," tegas Charlie Schwerkolt. Ia menambahkan bahwa kemajuan signifikan yang telah dicatatkan tim sepanjang musim ini dalam memperebutkan posisi pole, podium, dan kemenangan membuktikan ketangguhan mental mereka.
Di sisi lain, manajemen juga menyoroti reaksi keras dari para warganet di dunia maya yang dinilai telah melewati batas kewajaran dalam menyampaikan kritik. Charlie Schwerkolt menyayangkan adanya serangan personal yang diarahkan kepada para pekerja keras di balik layar yang telah mendedikasikan waktu dan komitmen mereka untuk dunia balap.
Kini, setelah menyelesaikan evaluasi internal dan merapatkan barisan, fokus utama skuad langsung dialihkan menatap seri penutup. Tim 18 bersiap menghadapi kerasnya persaingan kejuaraan Supercars Finals Series yang akan segera digelar di Sirkuit Jalan Raya Gold Coast pada pekan depan demi mendulang hasil maksimal.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!