Pembalap muda asal Australia, Oscar Piastri, berhasil menyelamatkan hasil akhir yang positif dengan finis di posisi lima besar pada balapan penuh drama di Sirkuit Marina Bay. Mengemudikan mobil andalannya dengan determinasi tinggi, ia sukses melakukan manuver krusial untuk menyalip peraih banyak gelar juara dunia, Lewis Hamilton, tepat pada lap pemungkas. Hasil ini sekaligus menutup akhir pekan yang berjalan cukup rumit bagi sang pembalap, di mana ia akhirnya mengakhiri lomba persis satu posisi di belakang rekan setimnya sendiri, Lando Norris.
Tambahan poin penting ini tentu menjadi dorongan semangat yang terlambat namun tetap disambut baik oleh Piastri. Sepanjang akhir pekan di Singapura, jalannya lomba sama sekali tidak berjalan mulus bagi pembalap berbakat ini. Ia sempat tertahan akibat kendala pergantian ban yang lambat di area pit stop, sebelum sebuah masalah ban bocor lambat memaksanya untuk kembali masuk ke jalur pit demi melakukan pemberhentian ekstra. Meski demikian, ketika berbicara kepada media seusai balapan, ia memilih untuk tetap membumi dan tidak terlalu terbawa euforia berlebihan atas keberhasilannya merangsek naik di pengujung lomba.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai seberapa besar tingkat kepuasan dari aksi menyalip di lap terakhir tersebut, Piastri memberikan tanggapan yang sangat realistis untuk menjaga segala sesuatunya dalam sudut pandang yang proporsional. “Maksud saya, ini hanya untuk posisi kelima. Jadi ada batasan seberapa besar kegembiraan yang bisa dirasakan. Namun tentu saja itu membuat akhir balapan menjadi jauh lebih menarik. Yang mana itu adalah hal yang cukup menyenangkan,” ujar sang pembalap dengan nada santai.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa secara keseluruhan kecepatan kendaraannya sebenarnya sudah berada di jalur yang cukup kompetitif terlepas dari berbagai kendala teknis yang menghantam. “Rasanya itu adalah balapan yang cukup wajar. Tentu saja masalah ban bocor itu sedikit disayangkan. Tapi saya rasa itu tidak terlalu banyak mengubah keadaan. Jadi saya cukup puas dengan hal tersebut,” imbuhnya mengenai jalannya lomba yang penuh tantangan taktis.
Baca Juga Hasil F1 GP Belanda 2026: Norris Menang, Verstappen Tersingkir di Lap PertamaSebelum drama pit stop terjadi, Piastri sebenarnya sempat melaju dengan cukup nyaman di barisan kelompok terdepan. Petaka bermula ketika masalah pada pit stop pertama di Lap 34 membuatnya kehilangan banyak waktu dan berada di belakang Norris. Situasi semakin peluit tatkala tim McLaren mendeteksi adanya kebocoran lambat pada ban depan sebelah kanan mobilnya. Keadaan darurat ini memaksa tim untuk memanggilnya kembali ke garasi pada Lap 42 untuk melakukan pit stop kedua yang tidak terencana sebelumnya.
Kendati harus kehilangan banyak posisi dan waktu berharga, keuletan membuahkan hasil ketika ia mampu memanfaatkan kondisi ban Hamilton yang sudah mulai mengalami degradasi parah di fase-fase akhir balapan. Aksi oportunis tersebut sukses mengamankan posisi kelima baginya. Walaupun berhasil melakukan pemulihan posisi yang luar biasa, Piastri secara jujur mengakui bahwa skuad oranye papaya sama sekali belum memiliki kecepatan yang setara untuk menandingi dominasi para rival terdepan, terutama Max Verstappen dan Charles Leclerc yang masing-masing keluar sebagai juara pertama dan kedua, sementara posisi podium ketiga diamankan oleh pembalap muda berbakat lainnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!