Pembalap muda berbakat Andrea Kimi Antonelli kini berada di ambang sejarah besar dalam karier balapnya di ajang Formula 1. Setelah mengamankan posisi ketiga yang krusial pada balapan hari Minggu di Grand Prix Singapura, sang bintang muda sukses memperlebar keunggulan poinnya di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia atas rekan setimnya di Mercedes, George Russell, dengan selisih 102 poin dan menyisakan enam seri balapan lagi musim ini.
Situasi luar biasa ini membuka peluang emas bagi pembalap berusia 20 tahun tersebut untuk mengunci gelar juara dunia perdananya sekaligus mencatatkan rekor sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1 pada seri berikutnya di Sirkuit Americas, Austin, Texas, yang akan berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober mendatang. Skenario perebutan gelar ini menjadi pusat perhatian utama paddock karena dominasi yang ditunjukkan sang pembalap sepanjang musim kompetisi.
Untuk dapat memastikan gelar juara dunia di tanah Amerika Serikat, terdapat kombinasi hasil balapan yang harus dipenuhi secara sempurna. Secara matematis, pemuda sensasional ini harus memenangkan balapan utama di Austin, sementara rekan garasinya, George Russell, harus finis di posisi kesembilan atau lebih rendah, serta Lewis Hamilton tidak boleh finis di atas posisi kelima. Dengan total 150 poin maksimal yang diperebutkan dari sisa enam seri, syarat mutlaknya adalah meninggalkan Austin dengan keunggulan minimal 125 poin atas para rival terdekatnya.
Keunggulan poin tersebut juga didukung oleh keunggulan jumlah kemenangan Grand Prix yang telah diraihnya musim ini. Dengan mengantongi delapan kemenangan berbanding tiga kemenangan milik Russell, ia memiliki keunggulan dalam hal hitung mundur kemenangan jika terjadi perolehan poin yang sama hingga akhir musim. Kendati demikian, jika ia finis di posisi kedua atau lebih rendah di Austin, pesta perayaan juara harus tertunda setidaknya hingga Grand Prix Kota Meksiko pekan berikutnya.
Baca Juga Albon Bantah Ada Ketegangan dengan Sainz Usai Insiden ZandvoortFaktor teknis juga memegang peranan krusial dalam pertarungan akhir pekan mendatang di Austin. Tim Mercedes dikabarkan sedang bersiap untuk memasang pembaruan mesin baru pada mobil mereka, yang berpotensi memaksa para pembalapnya menghadapi penalti turun grid akibat melebihi alokasi komponen power unit musim ini. Situasi tersebut tentu akan menambah drama tersendiri di atas lintasan balap GP Amerika Serikat.
Menanggapi peluang emas untuk menjadi juara dunia secepat itu, sang pemuncak klasemen mengaku terkejut ketika hal tersebut diinformasikan langsung oleh juara dunia 2009, Jenson Button. Dalam sebuah kesempatan wawancara, ia sempat melontarkan pertanyaan bernada tidak percaya, "Bisakah saya? Sungguh? Ya sudah, mari kita tidak usah terlalu memikirkan hal itu sekarang," ujar sang pembalap merespons dengan penuh kerendahan hati di tengah tekanan perebutan gelar juara dunia yang semakin memuncak.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!