Peta persaingan kejuaraan dunia kelas utama kembali mengalami pergolakan dramatis setelah Marc Marquez sukses mengamankan kemenangan krusial pada sesi balapan singkat atau sprint race MotoGP Mandalika, Indonesia. Memulai jalannya balapan dari posisi start keempat di grid, pembalap andalan pabrikan Borgo Panigale ini tampil sabar namun jeli dalam memanfaatkan setiap kekacauan yang terjadi di depannya. Kesalahan perhitungan teknis dari para rival utama serta insiden sengit di tikungan pertama membuka jalan lebar bagi peraih delapan gelar juara dunia tersebut untuk mengambil alih pimpinan klasemen sementara kejuaraan dunia dari tangan lawannya.

Sejak lampu start dipadamkan, atmosfer panas langsung terasa di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut. Para pembalap yang menggunakan mesin pabrikan Noale sejatinya dijagokan sebagai kandidat terkuat peraih kemenangan setelah menunjukkan performa luar biasa sepanjang akhir pekan. Namun, kekacauan langsung meletus ketika rombongan terdepan memasuki tikungan pertama secara bersamaan. Pole-sitter Raul Fernandez bersama rekan mereknya, Marco Bezzecchi, pembalap VR46 Fabio di Giannantonio, dan Marc Marquez berebut racing line di area pengereman keras.

Insiden tidak terhindarkan ketika Fabio di Giannantonio terlambat melakukan pengereman dan gagal mengendalikan laju motornya hingga menyenggol Marc Marquez keluar dari jalur ideal. Situasi tersebut memaksa Marquez untuk menegakkan motornya secara mendadak, sebuah tindakan refleks yang justru mengejutkan Marco Bezzecchi di sisi luar. Senggolan beruntun pun terjadi antara Bezzecchi dan Raul Fernandez, membuat kedua pembalap yang mengandalkan mesin Aprilia tersebut tersungkur ke gravel. Petaka dini ini langsung merontokkan dua nama terdepan yang sejak awal difavoritkan sebagai peraih podium tertinggi di Mandalika.

- Advertisement -
Advertisement

Memanfaatkan kekacauan massal di awal balapan, pembalap Pramac Racing kala itu langsung melesat mengambil alih pimpinan lomba. Pembalap bernomor start 89 tersebut sempat menciptakan jarak aman dari para pesaing di belakangnya, sementara Marc Marquez naik ke posisi kedua. Jalannya balapan sempat tampak monoton ketika posisi para pembalap mulai mapan. Namun, drama kembali tersaji ketika balapan menyisakan empat putaran dari total 13 lap yang dijadwalkan. Secara mengejutkan, pimpinan lomba dengan sukarela melepaskan posisi terdepannya kepada Marc Marquez pada putaran kesembilan.

Usut punya usut, masalah teknis menjadi alasan utama penurunan drastis performa tersebut. Tim mekanik rupanya salah memperhitungkan tekanan ban akibat asumsi cuaca yang meleset, membuat tekanan angin ban belakang berada di bawah batas aman. Konsekuensinya, sang pembalap terpaksa mengendurkan kecepatan dan membiarkan Marquez serta pembalap lain melewati dirinya demi membiarkan suhu dan tekanan ban kembali meningkat ke level normal. Keputusan darurat ini langsung menghancurkan peluang kemenangan yang sebelumnya sudah berada di depan mata.

Baca Juga Pedro Acosta Tercepat di Practice MotoGP Austria, KTM Bersinar

Memasuki fase akhir balapan, Marc Marquez tanpa ampun memimpin jalannya lomba hingga garis finis tanpa hambatan berarti. Di belakangnya, posisi podium dilengkapi oleh kejutan manis dari pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura, yang sukses merangsek ke posisi kedua, serta Fabio di Giannantonio yang harus puas di tempat ketiga setelah berjuang keras. Sementara itu, sang mantan pimpinan klasemen harus terlempar ke posisi keempat akibat masalah tekanan ban tersebut, yang sekaligus memastikan dirinya kehilangan tahta puncak klasemen dunia dari tangan Marc Marquez.

Persaingan di barisan tengah juga tidak kalah sengit sepanjang 13 putaran tersebut. Alex Marquez yang mengendarai mesin Gresini Ducati menyelesaikan balapan di posisi kelima, terpaut sekitar tiga detik lebih dari sang kakak di podium juara. Di belakangnya, andalan Red Bull KTM, Pedro Acosta, harus puas finish di urutan keenam setelah diganjar hukuman long-lap penalty akibat terlalu sering melanggar batasan jalur trek atau track limits. Pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, menjadi penyelamat bagi pabrikan Jepang dengan mengamankan satu poin terakhir di posisi kesembilan, di tengah dominasi mesin-mesin asal Italia yang menguasai barisan depan.

Marc Marquez di MotoGP Mandalika
Marc Marquez saat merayakan kemenangan penting di MotoGP Mandalika. (Foto: Dok. Speedweek)