Akhir pekan balap Formula 1 di Singapura menyajikan dinamika emosional yang kontras bagi Liam Lawson. Pembalap asal Selandia Baru tersebut berhasil mengamankan finis kelima yang impresif dalam balapan sprint berkarakteristik trek basah, sekaligus meraup empat poin krusial bagi skuad Racing Bulls. Kendati demikian, pencapaian positif tersebut langsung ternoda oleh rasa penyesalan mendalam yang ia rasakan setelah sesi kualifikasi utama untuk Grand Prix hari Minggu.
Lawson sejatinya sempat menunjukkan kecepatan yang sangat menjanjikan sepanjang akhir pekan ini. Ia bahkan mampu menggebrak dengan catatan waktu tercepat keempat pada sesi Q1 dan melaju mulus ke fase penentuan Q3 bersama rekan setimnya yang berstatus sebagai rookie, Arvid Lindblad. Namun, ambisi besar untuk mengamankan posisi start yang lebih ideal justru berujung pada kesalahan teknis di detik-detik krusial kualifikasi, membuatnya harus puas menduduki posisi kesembilan.
Posisi start Lawson sedikit terangkat ke peringkat kedelapan menyusul investigasi dan penalti mesin yang dijatuhkan kepada George Russell. Meskipun demikian, promosi tersebut justru menempatkannya di sisi grid yang kurang menguntungkan, sementara rival utamanya dari kubu Alpine, Pierre Gasly, naik ke posisi ketujuh di sisi grid yang jauh lebih bersih. Situasi ini memicu kejengkelan tersendiri bagi sang pembalap muda yang merasa memiliki kecepatan murni untuk mengungguli pembalap asal Prancis tersebut.
Berbicara kepada awak media usai sesi kualifikasi, Lawson tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas keputusan keliru yang ia ambil di penghujung sesi. Ia secara terbuka melontarkan kritik terhadap performanya sendiri yang dianggap terlalu memaksakan batas kemampuan mobil di tikungan-tikungan akhir. Baginya, kehilangan posisi krusial dari pembalap Alpine merupakan sebuah kerugian besar dalam pertarungan ketat di lini tengah grid.
"Kami sedang berjuang untuk satu posisi di sini, tapi sayangnya sekarang ini berarti kami berada di sisi grid yang buruk. Dan Pierre berada di sisi yang bagus besok, jadi ini sangat membuat frustrasi," ungkap Lawson kepada Sky Sports F1. "Kami lebih cepat hari ini, dan saya merasa seperti orang bodoh di Q3. Mencoba terlalu keras. Mobil sangat kompetitif akhir pekan ini, jadi semoga tetap kompetitif saat balapan nanti."
Sebelum drama kualifikasi tersebut terjadi, penampilan luar biasa justru diperlihatkan Lawson dalam balapan sprint yang diwarnai oleh perubahan kondisi trek yang sangat drastis akibat guyuran hujan deras sesaat sebelum lampu start padam. Pembalap berusia 24 tahun itu harus berjuang ekstra keras mengendalikan mobilnya di atas ban intermediate saat lintasan perlahan-lahan mulai mengering. Ia mampu mempertahankan posisi di zona poin untuk sebagian besar jalannya lomba.
Baca Juga Isack Hadjar Sebut Mobil Red Bull Tidak Bisa Dikendarai di SingapuraKeberuntungan turut memihak Racing Bulls ketika insiden dramatis terjadi pada lap pemungkas antara dua pembalap McLaren, Lando Norris dan Oscar Piastri. Senggolan keras tersebut membuat Piastri menabrak dinding pembatas sementara Norris kehilangan banyak waktu. Insiden itu secara otomatis mendongkrak posisi Lawson naik ke peringkat kelima, memperlebar keunggulan poin Racing Bulls atas Alpine menjadi 26 angka dalam perebutan posisi kelima klasemen konstruktor.
"Awal balapan sangat menegangkan, jadi bertahan di awal adalah kunci. Masalahnya ketika kondisi setengah kering dan setengah basah, dengan ban yang ada kami tidak punya ide apa yang akan mereka lakukan," kenang Lawson. "Itu adalah balapan yang berat, tapi mobilnya sangat kuat. Dan saya pikir juga pada kompon ban, kami sangat kompetitif di fase akhir balapan."
Pujian tinggi turut dilayangkan oleh Prinsipal Tim Racing Bulls, Alan Permane, yang terkesan dengan ketenangan dan kedewasaan balap anak asuhnya. Permane bahkan melontarkan komentar jenaka berterima kasih kepada Lando Norris atas insiden yang menguntungkan timnya, sembari menegaskan bahwa performa Lawson sepanjang akhir pekan menunjukkan kualitas seorang pembalap papan atas yang konsisten.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!