Pembalap Lando Norris akhirnya mengubah pendiriannya terkait insiden kontroversial yang melibatkan rekan setimnya di McLaren, Oscar Piastri, dalam balapan sprint Grand Prix Singapura di Sirkuit Marina Bay. Setelah sempat bersikeras bahwa manuvernya sah, sang juara bertahan kini secara terbuka mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh anggota tim yang merasa dirugikan akibat insiden pada lap terakhir tersebut.
Peristiwa bermula ketika Lando Norris mencoba melakukan Hard-braking dan menyusup dari sisi dalam pada Tikungan 5 saat keduanya bertarung memperebutkan posisi keempat dan kelima. Sayangnya, upaya agresif tersebut berujung pada senggolan keras yang membuat Oscar Piastri kehilangan kendali dan terpelanting menghantam tembok pembatas. Sementara itu, Lando Norris sendiri harus tercecer di barisan belakang dan hanya mampu mengamankan satu poin terakhir di posisi kedelapan.
Sesaat setelah balapan sprint berakhir, steward FIA memutuskan untuk tidak memberikan penalti setelah menilai bahwa kedua pembalap sama-sama memberikan kontribusi atas terjadinya senggolan tersebut. Pada awalnya, Lando Norris mempertahankan argumennya dengan bersikeras bahwa celah untuk menyalip memang terbuka. Namun, setelah merampungkan balapan utama hari Minggu di posisi keempat, sudut pandang pembalap asal Inggris tersebut mengalami perubahan drastis.
Dalam keterangan kepada para jurnalis di Singapura, Lando Norris dengan jujur menyatakan, "Saya tidak boleh mencoba apa yang saya lakukan. Seharusnya saya tidak pernah mencobanya sejak awal, bahkan jika celah itu ada." Ia menambahkan bahwa dirinya harus lebih memikirkan kepentingan tim yang ia wakili daripada ambisi pribadi semata. "Itu adalah kesalahan di pihak saya dan saya telah mengecewakan tim. Jadi, pertama-tama saya meminta maaf kepada mereka semua. Saya berutang permintaan maaf kepada mereka, dan saya akan tampil lebih baik lain waktu," lanjutnya.
Baca Juga Aya Komatsu Pastikan Tidak Ada Konflik di Haas Pasca Kepastian Hengkangnya Esteban OconTidak hanya itu, Lando Norris juga mengungkapkan kepada Sky Italy bahwa dirinya sempat mendapatkan teguran keras dari manajemen McLaren selama evaluasi internal. Prinsipal Tim Andrea Stella, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya dan secara terbuka mengecam insiden tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat diterima. Pria asal Italia tersebut menilai kerugian material yang dialami tim sangat serius, terutama di tengah persaingan ketat kejuaraan musim ini di mana McLaren berambisi menantang Ferrari dan Red Bull.
Andrea Stella menegaskan bahwa insiden tersebut mencederai prinsip dasar bagaimana tim dan pembalap membangun pendekatan balapan bersama untuk melindungi kepentingan kolektif. Sebagai pimpinan skuad, ia merasa sangat kecewa karena setiap anggota tim memahami bahwa kepentingan bersama harus selalu berada di atas ambisi individu. Evaluasi mendalam pun dipastikan akan terus dilakukan agar insiden serupa tidak terulang kembali di sisa kalender balap musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!